Kasus Covid Belum Reda, Polri Perpanjang Operasi Aman Nusa

Personel Polresta Denpasar menyarankan masyarakat menjaga kebersihan dengan mencuci tangan. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Kepolisian Republik Indonesia menggelar Operasi Kontijensi Aman Nusa II. Operasi dalam rangka penanggulangan Covid-19 ini diperpanjang pelaksanaannya mengingat kasus Covid di Indonesia belum mereda.

“Operasi mulai digelar pada bulan Maret 2020, sejak mewabah Covid-19 di Indonesia. Karena masih ditemukan kasus Covid, pelaksanaan operasi kembali diperpanjang,” ucap Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Selasa (8/9/2020) di Denpasar.

Personel yang turut dalam operasi berasal dari seluruh satuan kerja (Satker) Polresta Denpasar. Jumlah personel Polresta yang diterjunkan dalam operasi sebanyak 35 orang.

Iptu Sukadi menerangkan, dalam pelaksanaan di lapangan, petugas kepolisian lebih memberikan imbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan.

“Apalagi telah diterbitkan Pergub nomor 46 tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Dalam Tatanan Kehidupan Baru. Jadi kita berkolaborasi dengan Pemda,” jelasnya.

Di Mapolresta Denpasar, penerapan protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat. Masyarakat yang datang untuk keperluan diwajibkan memakai masker.

“Kalau sampai kedapatan tidak memakai masker, baru sampai di gerbang Mapolresta sudah disuruh kembali. Tapi selama ini masyarakat sudah paham, ketika mereka datang sudah mengenakan masker,” jelasnya.

Sementara data diperoleh, Senin (7/9/2020) terjadi penambahan kasus Covid-19 sebanyak 173 di Provinsi Bali. Penularannya melalui transmisi lokal. Sehingga total kasus terkonfirmasi positif di Bali menjadi 6.385 orang.

Pasien sembuh tercatat 5.111 orang, pasien meninggal dunia terpapar Covid menjadi 116 orang, dan pasien yang masih menjalani perawatan di 17 rumah sakit rujukan 1.158 orang.

Gubernur Bali Wayan Koster telah mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Desease 19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

BACA JUGA:  Terdengar Dua Kali Suara Ledakan, Bengkel Motor di Denpasar Ludes Terbakar

Pergub ini mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp100 ribu bagi perorangan, dan Rp1 juta bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

“Upaya pengendalian dan pencegahan ini tentunya bukan hanya tugas Pemerintah semata, namun juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat,” ujar Gubernur.

“Untuk itu, marilah kita dukung upaya pemerintah dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” tegasnya. (agw)