126 Tenaga Kesehatan di Denpasar Terpapar Corona

Ilustrasi tenaga medis yang terpapar Covid-19.

Beritabalionline.com – Sebanyak 126 tenaga kesehatan di Kota Denpasar dinyatakan terpapar virus Corona atau Covid-19. Data ini berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) dari bulan Maret 2020 hingga saat ini.

“Iya benar, tenaga kesehatan yang berdomisili di Kota Denpasar. Tetapi ada yang juga tidak bertugas di Denpasar tetapi tinggal di Denpasar sehingga yang bersangkutan terpapar di Denpasar,” ungkap Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi di Denpasar, Selasa (8/9/2020).

Dijelaskan, tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 itu terdiri dari dokter, perawat, pegawai rumah sakit atau pegawai laboratorium yang bertugas di rumah sakit daerah, rumah sakit swasta hingga Puskesmas.

Dewa Rai menambahkan, untuk saat ini sudah banyak para tenaga kesehatan di Denpasar yang sudah sembuh dari Covid-19. Namun, sisa tenaga kesehatan yang belum sembuh ada sekitar puluhan.

“Ada (yang sembuh). Jumlahnya berfluktuasi, tapi ada yang sebagian besar sudah sembuh. Sekitar 10-an (nakes yang belum sembuh). Karena, yang lain sudah sembuh dan itu kita catat, karena banyak tenaga kesehatan yang terpapar,” terangnya.

Dikatakan, tidak semua tenaga kesehatan yang terpapar karena menangani pasien Covid-19. Tetapi, ada karena tertular dari keluarganya dan juga terpapar di tempat praktiknya.

“Tentu ini menjadi ke hati-hatian dan kewaspadaan bahwa di manapun dan kapanpun beraktivitas tentu menjadi kewaspadaan kita bersama. Bahwa, dalam situasi penularan sistem transmisi lokal ini sulit mendeteksi dan bahkan kita sulit melakukan tracing, ketika ada seseorang yang terkonfimasi positif, (di mana dia) kena, kapan dia terkena. Jadi, kalau dia memang nakes (tenaga kesehatan) yang merawat pasien positif, tentu SOP-nya dan protapnya sudah lengkap, tingkat pengamanannya level satu,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Kwarda Bali Bentuk Pengawas Prokes Pembina Gugus Depan

Selanjutnya ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena dalam sepekan belakangan ini kasus Covid-19 di Kota Denpasar meningkat cukup signifikan.

“Tentu, di satu sisi dengan perputaran perekonomian yang dicanangkan oleh pemerintah untuk meningkatkan perekonomian dengan mendeklarasikan tatanan normal baru. Di satu sisi agar perekonomian berputar, tapi di sisi lain faktor kesehatan tetap menjadi perhatian utama,” katanya.

Kendati demikian, salah satu upaya Pemerintah yang dilakukan untuk mencegah kasus Covid-19 ialah menerapkan protokol kesehatan dan memerlukan partisipasi disiplin semua pihak dan terutama tetap waspada karena untuk saat ini kasus klaster keluarga yang paling banyak mendominasi di Kota Denpasar.

“Baik tenaga kesehatan, satgas dan masyarakat ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Ketika ketemu teman, sahabat dan keluarga tetap hati-hati dan waspada sehingga klaster-klaster keluarga yang biasanya paling mendominasi,” katanya, mengingatkan. (sdn)