Tingkatkan Profesionalisme Wartawan, PWI-BI Bali Bangun Sinergitas

Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho bersama Ketua PWI Bali IGMB. Dwikora Putra (kanan).

Beritabaionline.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali menjalin sinergitas dengan KPw Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali guna mewujudkan program pendidikan yang merupakan program unggulan sebagai upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan .

Harapan tersebut mengemuka saat jajaran pengurus PWI Bali beraudiensi dengan Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho beserta jajarannya di Ruang Graha Tirta Empul Gedung BI Bali, di Denpasar, Senin (7/9/2020).

“Kedatangan kami selain untuk bersilahturahmi, juga memperkenalkan pengurus PWI Bali masa bhakti 2019-2024, serta bermaksud membangun sinergitas antara PWI dan Bank Indonesia,” terang Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra Dwikora.

PWI Bali, kata Dwikora Putra sangat mengapresiasi langkah KPw BI Bali yang selama ini memberikan bantuan dan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan  PWI Bali, salah satu di antaranya pemberian 200 paket sembako dimasa pandemi Covid-19.

Dijelaskan, program PWI Bali ke depannya konsens mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalitas wartawan, baik itu melalui workshop, diskusi, literasi, safari jurnalistik, karya latihan wartawan (KLW) maupun uji kompetensi wartawan (UKW).

“Jadi bisa dikatakan dari 10 program PWI, dari satu sampai sembilan itu program pendidikan, sedangkan yang ke-10 baru tambahan,” sebut Dwikora yang menyatakan program yang dicanangkan tidak lain untuk meningkatkan profesionalisme wartawan.

Apa yang disampaikan Dwikora disambut baik Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho. Dia mengatakan, apa yang menjadi program PWI ternyata ‘’in line’’ dengan program Bank Indonesia.

“Bank Indonesia memiliki kepentingan dalam membangun sumber daya manusia yang berkapasitas dan profesionalisme,” sebutnya.

Ia menyadari peran penting pemberitaan media dalam mendorong pembangunan daerah, apalagi di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, banyak program BI yang bisa disiarkan seperti inflasi/deflasi, Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), pertumbuhan ekonomi, kebijakan moneter ataupun program strategis lainnya.

BACA JUGA:  Kasus Positif Covid-19 di Bali Bertambah 82 Orang, Sembuh 74, Meninggal 2

“Kolaborasi BI dan media memiliki nilai tambah dalam penyebaran informasi kepada masyarakat ataupun stake holder,” tukasnya. Hal inilah yang bisa dimanfaatkan dalam mendorong pembangunan suatu daerah.

Bahkan pada kesempatan ini Trisno Nugroho juga menyampaikan pendapatnya di masa pandemi Covid-19, ke depan akan mengurangi jumpa pers secara fisik, tapi lebih banyak menggunakan media daring.

“Kita tidak tahu kapan Covid-19 akan berakhir, melalui media daring kita akan informasikan perkembangan perekonomian Bali setiap saat,” tutupnya. (ist)