Kemendagri Siapkan Sanksi Pelanggar Protokol Covid-19 di Pilkada 2020

Pilkada 2020.

Beritabalionline.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memanggil KPU dan Bawaslu, terkait banyaknya pelanggar protokol kesehatan dalam rangkaian Pilkada 2020. Menurut catatan Kemendagri, dalam tiga hari proses pendaftaran ke kantor KPU masing-masing kota/kabupaten/provinsi sudah ada 51 pelanggar dari para calon petahana.

“Kemendagri sudah menyampaikan 51 teguran, satu gubernur dan 50 bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota per hari ini. Kami sedang mempertimbangkan opsi sanksi terhadap para mereka yang berkali-kali melakukan pelanggaran,” tegas Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik lewat siaran pers diterima, Senin (7/9/2020).

Perwakilan Bawaslu, Fritz Siregar, mengamini proses pendaftaran Bapaslon kepala daerah memang banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Dia berharap melalui pertemuan ini, ada solusi agar hal tersebut tidak terulang.

“Kita semua bisa melihat bagaimana telah banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan pada saat proses pendaftaran dan kita tidak ingin hal ini terulang kembali, kita ingin agar kita tetap dapat melaksanakan Pilkada pada tahun 2020 dengan aman dari Covid-19,” tambah Fritz.

Sementara itu, Komisioner KPU Hasyim Asy’ari menyatakan, sebagai pihak penyelenggara, KPU sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi pada situasi pandemi. Namun dalam kenyataannya, tak bisa dipungkiri jika pesta demokrasi pasti diikuti instrumen antusiasme pendukung yang sulit dihindari.

“Kita menghadapi posisi dilematis satu sisi (ramai) menunjukkan antusiasme dan partisipasi masyarakat terhadap Pilkada yang masih tinggi, tapi di sisi lain berkeramaian ini atau tidak sesuai dengan standar protokol Covid-19,” sadar Hasyim.

Hasyim melanjutkan, langkah antisipasi agar tidak terulang saat ini adalah melakukan komitmen. Rencananya, bersama Bawaslu dengan melibatkan 270 daerah yang melaksanakan Pilkada, KPU akan membuat momen deklarasi bagi para peserta Pilkada.

BACA JUGA:  Polisi Sita Bom Molotov dan Tangkap 2 Anggota Anarko saat Hendak Demo ke DPR

“Mungkin paling strategis pada saat pengundian nomor urut, akan dibuat komitmen bersama menjalankan Pilkada secara demokratis dan sesuai dengan protokol Covid-19,” katanya. (itn)