Pilih Pucuk Pimpinan, PWNU Bali Gelar Konferwil

Gubernur Wayan Koster membuka Konferwil PWNU Bali. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bali menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) ke VII. Konferwil digelar untuk memilih Ketua PWNU Bali periode 2020-2025.

“Semoga konferensi berlangsung dengan lancar dan sukses terutama dalam memilih Ketua PWNU Bali kedepan. Siapapun nanti yang jadi pemimpin dapat melaksanakan tugas dengan baik,” kata Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya, Minggu (6/9/2020) di Denpasar.

Gubernur menerangkan selama ini telah terjalin hubungan yang baik antara dirinya dengan seluruh organisasi kemasyarakatan termasuk PWNU Bali.

Sehingga ia berharap pemilihan tampuk kepemimpinan PWNU Bali dilakukan dengan musyawarah serta menghindari konflik atau pertikaian satu sama lainnya.

Ketua PWNU Bali, KH Abdul Aziz yang kembali maju dalam pemilihan menerangkan, selain pemilihan ketua dalam Konferwil juga dilakukan pemilihan pimpinan dan najaran Rois Syuriah, serta Pengurus Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Provinsi Bali.

Sesuai dengan aturan kata Abdul Aziz, penetapan untuk Rois Syuriah lebih tepatnya dilakukan oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa), sementara Ketua Tanfidziyah dipilih oleh masing-masing Pengurus Cabang yang sah (memiliki hak suara).

Tidak hanya itu, dalam Konferwil yang mengusung tema “Meningkatkan Panyamabrayaan Potensi Generasi Milenial Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama” ini membahas hal-hal penting, yang berkaitan dengan perjalanan Nahdlatul Ulama di masa lima tahun berjalan.

“Evaluasi perjalanan PWNU Bali selama lima tahun, sampai di mana program tercapai dan apa saja yang sudah dihasilkan serta apa yang menjadi harapan dari para Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Bali,” kata Abdul Aziz.

Terkait tema konferwil tahun ini, ia menjabarkan bahwa konsep panyamaberayan serta kaitannya dengan generasi milenial yang kedepan akan menjadi ujung tombak NU di masa mendatang.

BACA JUGA:  Angka Kematian Pasien Covid-19 di Bali Sudah Capai 216 Orang, Sembuh 6.338, Positif 7.749

Panyamaberayan sendiri dari kata “menyamakan braya” yang dalam bahasa Bali berarti adalah kebersamaan. Arti kebersamaan sendiri sangat luas. Di antaranya adalah kebersamaan potensi.

“Dengan tema ini diharapkan PWNU Bali dapat menyatukan semua potensi termasuk meningkatkan potensi generasi milenial dalam menyongsong satu abad Nahdlatul Ulama,” bebernya. (agw)