Kasus Penyalahgunaan Narkoba Dimasa Pandemi Covid-19 Meningkat, Villa dan Rumah Kos Mewah Jadi Pilihan

Pengedar dan pemakai narkoba saat di Mapolda Bali. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kasus tindak pidana narkotika di beberapa daerah wilayah hukum Polda Bali saat pandemi Covid-19 bukannya menurun, namun justru meningkat tajam.

“Kata orang saat pandemi Covid ini banyak orang takut keluar rumah sehingga kejahatan menurun. Tapi faktanya untuk kasus narkotika tidak berpengaruh, masih banyak,” kata Direktur Ditresnarkoba Polda Bali Kombes Pol. Mochamad Khozin, Kamis (3/9/2020) di Denpasar.

Ditanya penyebab tingginya kasus narkotika kendati di masa pandemi Covid, Kombes Khozin menyatakan bahwa pihak kepolisian hanya bertugas melakukan penangkapan.

“Yang tahu kenapa masih tinggi ya para pengedar dan pemakai ini, kenapa saat pandemi masih menjalankan aksinya. Tugas kami adalah melakukan tindakan hukum dengan menangkap para pelaku,” ucapnya.

Untuk para pengguna jelasnya, mereka lebih memilih tempat seperti di villa atau rumah kos mewah saat memakai narkotika lantaran dirasa lebih aman dari kejaran petugas kepolisian.

“Tempat hiburan tidak ditemukan karena juga belum banyak yang buka. Mereka beralih menggunakan narkotika seperti di villa atau kos karena dirasa aman dari petugas, tapi tetap juga ketahuan dan kami tangkap,” jelasnya.

Masih tingginya kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Bali terungkap saat Polda Bali dan Polres jajaran menggelar Operasi Antik Agung II 2020 selama dua minggu, 15-30 Agustus 2020.

Selain meringkus 71 orang tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa ganja seberat 3 kilogram lebih, sabu seberat 390 gram dan ekstasi sebanyak 240 butir. (agw)

BACA JUGA:  Gelapkan Mobil Sewa, Tiga Pria Asal Medan Diringkus Polisi