Edarkan Sabu, Bule Australia Ngaku Peroleh Upah Rp200 Ribu Sekali Tempel

Bule Australia ditangkap polisi karena mengedarkan sabu. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Polisi meringkus dua pria asing bernama Collum Park (32) warga negara Inggris dan Aaron Wayne Coyle (44) asal Australia atas kasus peredaran narkotika.

“Hasil pengembangan kedua pelaku ini satu jaringan. Warga Inggris berperan sebagai bandar dan warga Australia berperan sebagai kurir,” ucap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Kamis (3/9/2020) di Denpasar.

Aksi kedua pelaku terungkap ketika Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkap seorang pemakai narkoba. Hasil interogasi, pelaku mengaku memperoleh barang dari warga asing asal Inggris.

“Atas keterangan tersebut, anggota di lapangan kemudian melakukan penyelidikan,” terang Kapolresta didampingi Kasatresnarkoba AKP Mikael Hutabarat.

Kurang lebih sepekan melakukan penyelidikan, Collum Park diringkus polisi di kamar kosnya di Jalan Dewi Sri VIII No 17, Kuta, Badung, Selasa (1/9/2020) sekitar pukul 22.45 Wita.

Dari dalam kamar tersangka, petugas menemukan barang bukti narkoba yakni 14 paket sabu seberat 11,84 gram dan 15 butir ekstasi warna ungu dengan logo granat.

“Menurut keterangan tersangka, barang diperoleh dari seseorang yang tidak diketahui keberadaannya,” jelas Kapolresta.

Saat diperiksa, bule yang tinggal di Bali sejak 2019 silam ini mengaku sebagian barangnya diserahkan kepada Aaron Wayne Coyle.

Bule Australia ini akhirnya diringkus saat berada di villa yang disewanya di Jalan Nakula Dipta Villa No 2, Seminyak, Kuta, Badung. Dari dalam kamar yang dihuni tersangka, polisi menemukan satu paket sabu seberat 1,23 gram.

“Sabu ini oleh tersangka rencananya akan ditempel di suatu tempat. Namum belum sempat ditempel, dia kami amankan,” beber Kapolresta.

Kepada polisi, bule Australia yang diketahui masuk ke Bali pada Februari 2020 ini mengaku sekali tempel diberi upah Rp200 ribu oleh Collum Park.

BACA JUGA:  Terungkap, Hp yang Diembat Pria Asal NTT Milik Seorang PSK Danau Tempe

“Mereka ini bagian dari sindikat. Setelah ini kasusnya kita serahkan ke Polda untuk pengembangan selanjutnya,” tegas Kombes Jansen. (agw)