Depresi Terjerat Kasus Gartifikasi, Diduga Jadi Pemicu Tri Nugroho Nekat Akhiri Hidup

Dirkrimum Polda Bali dan pihak Kejati Bali beri keterangan perkembangan kasus bunuh diri Tri Nugroho. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Polisi menengarai senjata api yang diduga digunakan eks Kepala BPN Denpasar Tri Nugroho (53) bunuh diri di kamar mandi Kantor Kejaksaan Tinggi Bali dibawa sendiri oleh tersangka.

“Diduga senjata api tersebut ada pada dirinya (tersangka),” kata Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol. Dodi Ramhawan, Rabu (2/9/2020) di Mapolda Bali.

Menurutnya, kesimpulan polisi berdasarkan analisisa dari CCTV dan interogasi saksi-saksi, di mana pada saat tersangka datang tidak dilakukan pemeriksaan sesuai SOP.

“Analisa dari CCTV dan interogasi saksi-saksi, tidak dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan orang maupun barang bawaan. Padahal ini merupakan SOP,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah senjata diselipkan di bagian tubuh atau dimasukkan ke dalam tas yang dibawa Tri Nugroho, Dirkrimum menegaskan bahwa yang pasti senjata dibawa sendiri oleh tersangka.

“Apakah senjata dimasukkan ke dalam tas atau ditaruh di bagian tubuh sebelah mana, yang pasti senjata ada pada diri tersangka,” tegasnya.

Ketika ditanya motif tersangka dalam kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ini nekat mengakhiri hidup, Kombes Dodi menduga Tri Nugroho bunuh diri lantaran beban dengan kasus yang menjeratnya.

“Dia kan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan, ini yang memungkinkan dia mengalami situasi panik dan depresi sehingga terjadi hal tersebut,” ucapnya. (agw)

BACA JUGA:  Pengurus Forum Perbekel Gianyar Dipanggil Penyidik Polda Bali Terkait Pengadaan Mobil Xpander