Warga Sanur Kaja Meninggal karena Covid-19, Kasus Positif di Denpasar Bertambah 20 Orang

I Dewa Gede Rai.

Beritabalionline.com – Seorang pria warga Desa Sanur Kaja, Denpasar berusia 68 tahun meninggal karena Covid-19 pada 28 Agustus 2020. Kepastian korban meninggal karena Covid-19 baru didapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar pada Senin 31 Agustus 2020.

“Hari ini kami mencatat kembali pasien meninggal karena Covid-19, sedangkan kasus positif sebanyak 20 orang, dan pasien sembuh bertambah 19 orang,” ucap Jubir GTPP Kota Denpasar, Dewa Gede Rai.

Dewa Rai yang juga Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar ini mengatakan, kasus positif tersebar di 14 desa/kelurahan. Ia mengimbau masyarakat lebih disiplin terapkan protokol kesehatan mengingat kembali ditemukan kasus positif dengan klaster upacara adat keagaman ngaben di Sanur Kaja.

Dewa Rai merinci 14 desa/kelurahan yang mencatatkan penambahan kasus positif yakni Desa Ubung Kaja sebanyak 3 kasus positif. Desa Pemecutan Kaja, Kelurahan Padangsambian, Desa Padangsambian Kelod, dan Desa Padangsambian Kaja mencatatkan penambahan kasus positif masing-masing 2 orang.

Sedangkan 9 desa/kelurahan lain mencatatkan masing-masing 1 kasus positif. Yakni Desa Dangin Puri Kangin, Desa Sumerta Kaja, Kelurahan Sanur, Kelurahan Peguyangan, Kelurahan Pemecutan, Desa Dangin Puri Kauh, Desa Dauh Puri Kelod, Desa Peguyangan Kangin, dan Desa Sanur Kaja . Sementara sebanyak 30 desa/kelurahan untuk sementara  nihil penambahan kasus positif Covid-19 baru.

Terkait kasus 1 orang pasien yang dinyatakan meninggal, menurut Dewa Rai kronologisnya bermula dari upacara Pengabenan di Desa Sanur Kaja. Setelah itu, pasien mengalami gejala panas selama 3 hari disertai sesak napas. Pasien diketahui memiliki riwayat diabetes militus dan dinyatakan meninggal dunia pada 28 Agustus lalu.

Dewa Rai menjelaskan angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif masih fluktuatif. Dimana, di tengah banyaknya pasien sembuh, juga masih ditemukan kasus positif. Karenanya diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak.

BACA JUGA:  Per 28 Juli, Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Lebih Banyak dari Kasus Positif

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih  mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai.

Secara kumulatif kasus positif di Denpasar tercatat sebanyak 1.627 kasus, sementara pasien sembuh menjadi 1.517  (93,25 persen), 18  (1,10 persen) orang meninggal dunia, dan  92  (5,65 persen) orang masih dalam perawatan.  (hum)