Seleksi CPNS 2019 Kembali Dilanjutkan setelah Terhenti Akibat Pandemi Corona

Sekda Dewa Made Indra (tengah) menjelaskan terkait dilanjutkannya kembali tes CPNS Bali.

Beritabalionline.com – Seleksi CPNS Tahun 2019 di Bali kembali akan dilanjutkan pada Selasa 1 September 2020 setelah sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Seleksi CPNS yang terakhir baru pada tahap tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ini, akan kembali dilanjutkan ke tahapan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Sejumlah pejabat di Bali, seperti Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali Ketut Lihadnyana bersama-sama meninjau lokasi pelaksanaan tes di kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali, Senin, 31 Agustus 2020.

Kepada pers, Dewa Made Indra menerangkan pihaknya ingin memastikan proses seleksi besok sangat terbuka, transparan, tidak ada yang disembunyikan, bahkan sama sekali tidak ada intervensi, dan Pemprov Bali hanya memfasilitasi.

“Lanjutan tes seleksi CPNS ini benar-benar murni, dengan harapan sumber daya manusia yang dihasilkan lewat seleksi ini benar-benar berkualitas,” tegas Sekda Dewa Indra.

Ia menjelaskan, secara teknis pelaksanaan tes seleksi yang harus diikuti dengan disiplin oleh para peserta mulai dari soal pertanyaan yang sudah disiapkan di masing-masing komputer dalam bentuk Lembar Jawaban Komputer (LJK), harus dijawab selama batasan waktu yang sudah ditentukan, dan apabila sudah selesai menjawab peserta bisa langsung mengetahui hasil tes yang sudah dilalui.

“Masuk ruangan peserta tidak bisa langsung mulai, sebelumnya akan dibagikan password untuk log in dan dimulai setelah mendapat aba-aba dari panitia. Masing-masing peserta memperoleh soal berbeda dengan waktu pengerjaan yang sudah diatur secara otomatis, jika sudah menunjukkan kosong-kosong, berarti waktu habis dan para peserta tidak lagi bisa tawar menawar waktu. Hasil tes langsung keluar, silakan dicatat sebagai bukti pembanding saat pengumuman,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pasien Positif Covid-19 di Bali Terus Bertambah, Total 524 Orang, Sembuh 369, Meninggal 5

Sekda juga mengatakan,  para peserta yang berasal dari luar daerah mendapat keleluasaan untuk mengikuti tes seleksi dari BKD daerahnya masing-masing untuk menghindari adanya penyebaran pandemic Covid-19.

Dia menambahkan, materi tes sama, mekanismenya sama, persyaratannya sama dan dijamin kerahasiaannya. Pihaknya sudah berikan surat kuasa agar bisa mengikuti tes dari daerahnya masing-masing. Hal ini untuk antisipasi adanya penyebaran pandemi, karena tidak tahu bagaimana kondisi mereka di daerah asal.

Pelaksanaan tes di tengah masa pandemi yang dikhawatirkan bisa menimbulkan klaster baru, pihak panitia pun menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat sebagai syarat yang wajib dipenuhi dan diikuti oleh para peserta. Di antaranya para peserta diwajibkan membawa surat keterangan hasil rapid tes non reaktif.

Apabila ada peserta yang menunjukkan gejala reaktif pun tetap diperkenankan mengikuti tes namun terpisah dengan peserta lainnya di ruangan yang sudah disiapkan. Selanjutnya sebelum memasuki kantor BPSDM Provinsi Bali, para peserta terlebih dahulu melewati pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan alat thermal scanner bukan thermal gun umumnya.

Didalam ruangan pun para peserta diatur sedemikian rupa untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, mulai tempat duduk para peserta satu sama lainnya berjarak  1 meter, pengenaan masker wajib menutupi hidung hingga leher, setelah selesai para peserta yang keluar diarahkan melalui pintu berbeda agar tidak bertemu dengan peserta berikutnya. (ist)