Petugas Sita Puluhan Botol Miras Ilegal saat Gelar Razia THM di Denpasar dan Badung

Aparat kepolisian saat melakukan razia tempat hiburan malam. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Lama tak menggelar razia di tempat hiburan malam (THM) sejak merebaknya Covid-19 di wilayah Bali, aparat kepolisian kembali merazia THM di seputaran wilayah Denpasar dan Badung.

“Sasaran dari kegiatan yakni mencari pengedar dan pengguna narkotika,” terang Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat, Senin (31/8/2020) di Denpasar.

Razia dalam rangka Operasi Antik Agung II 2020 ini juga melibatkan personel TNI dari Denpom Denpasar. Sebanyak 47 petugas gabungan diterjunkan dalam razia tersebut.

Tempat hiburan malam yang menjadi sasaran pertama razia yakni Platinum Executive Club di Jalan Suwung Batan Kendal nomor 20, Denpasar Selatan. Tidak hanya memeriksa barang bawaan, petugas juga melakukan test urine kepada para pengunjung.

Kurang lebih tiga puluh menit disana, petugas menuju New Dewi Sartika Cafe di Jalan Glogor Carik, Gang Cafe Dewi, Denpasar Selatan. Disana petugas hanya memeriksa badan dan barang bawaan pengunjung.

Setelah itu aparat gabungan menuju Bhose VVIP Club di Jalan By Pass Ngurah Rai nomor 89X, Tuban, Kuta, Badung. Disana petugas hanya sebentar lantaran karaoke yang biasanya ramai ini hanya sedikit didatangi pengunjung.

Usai dari Bhose, petugas kembali bergerak menuju Engine Room Super Club di Jalan Raya Legian No. 66, Kuta, Badung. Di tempat tersebut, petugas menyita puluhan botol minuman keras berbagai merk.

“Ada 59 botol minuman keras yang dilakukan penyitaan karena tidak mempunyai izin edar,” jelas Kasat Resnarkoba.

Razia yang berlangsung, Sabtu (29/8/2020) malam ini berlanjut ke VI AI PI di Jalan Raya Legian, nomor 88, Kuta, Badung. Lantaran tak menemukan apapun, petugas kemudian menuju Bounty Discotheque dan Paddy’s Pub di Jalan Raya Legian, Kuta, Badung.

BACA JUGA:  Alami Slip Ban, Mobil Avansa Terguling

AKP Mikael mengatakan, dari 6 tempat hiburan malam seperti karaoke dan pub yang dirazia, pihaknya tidak menemukan pengedar maupun pemakai narkoba.

Dijelaskan pula, sebelum petugas berpakaian preman masuk untuk merazia, personel berpakaian dinas terlebih dulu masuk agar tidak membuat panik para pengunjung.

“Setelah di dalam kita tunjukan sprin dan menghentikan suara musik. Selama kegiatan juga kita tekankan agar para personel sopan, bicara halus dan tidak ada yang jalan sendiri-sendiri,” tegasnya. (agw)