Petani Garam Tradisional Kusamba Krisis Bahan Baku, Digenjot Tingkatkan Produksi

Bupati Suwirta mencoba lakoni pekerjaan sebagai petani garam tradisional saat menemui para petani garam di Kusamba. (FOTO : istimewa)

Beritabalionline.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suiwrta menemui sejumlah petani garam tradisional di Dusun Karangdadi Desa Kusamba Kecamatan Dawan, Sabtu (29/8/2020).

Kegiatan ini dilakukan untuk memacu semangat para petani supaya lebih meningkatkan produksinya. Semenjak  garam tradisional Kusamba mampu diolah menjadi garam beryodium dengan merek Uyah Kusamba Gema Santi kini garam Kusamba mengalami peningkatan permintaan. Hal ini mengakibatkan Koperasi Mina Segara selaku produsen Uyah Kusamba Gema Santi mengalami kekurangan dalam pengadaan bahan baku.

Para petani yang sebagian besar adalah para tua dan manula diajak untuk meningkatkan semangat bekerja dalam memproduksi garam. “Saya mendorong semangat serta mengajak yang anak muda untuk tidak malu dalam menggeluti usaha sebagai petani garam tradisional.” kata Bupati Suwirta.

Suwirta mengaku akan menata seluruh area lahan pertanian garam mulai dari Dusun Karangdadi Kusamba hingga Pesinggahan sehingga layak untuk dikunjungi sebagai objek wisata. Dengan demikian akan terjadi kolaborasi antara produksi garam tradisional dengan sector pariwisata.

Kondisi pantai disekitar penggararaman yang rawan abrasi juga menarik perhatian Bupati Suwirta. Rencananya Dinas PU Kabupaten Klungkung akan diperintahkan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Bali -Penida untuk merancang pembangunan tanggul pelindung dari abrasi.

Bupati berjanji akan terus membimbing para petani dan koperasi produsen garam, tentang cara pemasaran yang benar.

Manajer Koperasi Lembaga Ekonomi Produktif Pesisir Mina Segara Dana, I Gusti Nyoman Sadi Ari Putra mengakui saat ini pihaknya terkendala bahan baku yang masih terbatas. Serta keterbatasan kapasitas produksi yang maksimal hanya 200kg/hari dalam proses pengeringan bahan baku. (ist)

BACA JUGA:  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 6 Orang, 2 Pasien Sembuh