Pekerja Hotel Tuding Pandemi Covid Dimanfaatkan Oknum Pengusaha di Bali PHK Karyawan

Aksi damai karyawan hotel di Kantor DPRD Bali. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Pandemi Covid-19 mengakibatkan ribuan karyawan hotel di rumahkan bahkan di PHK oleh tempatnya bekerja. Hal itu diungkap Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Bali saat menggelar aksi damai di Kantor DPRD Provinsi Bali.

“Sampai saat ini sudah ada sebanyak 74.000 pekerja di rumahkan dan sekitar 3.000 pekerja di PHK. Para pekerja tersebut berstatus DW, Outsourcing serta karyawan kontrak,” Kata Koordinator Aksi, Ida Idewa Made Rai Budi Darsana, Kamis (27/8/2020) di Kantor DPRD Bali.

Made Rai menuding pandemi Covid-19 juga dimanfaatkan oleh oknum pengusaha nakal dengan cara-cara yang tidak etis.

Oknum pengusaha nakal ini dikatakan merumahkan karyawan secara sepihak, tidak membayar upah para pekerja saat di rumahkan, melakukan PHK, bahkan menghentikan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

“Pelanggaran tidak membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan ini sudah dilaporkan ke pengawas ketenagakerjaan Provinsi Bali, namun sampai saat ini sudah diambil tindakan apa belum terhadap pengusaha hotel yang nakal tersebut,” bebernya.

Untuk itu para pekerja hotel meminta anggota dewan memanggil pemilik beberapa hotel di kawasan Nusa Dua, Badung karena tidak mengindahkan Surat Edaran Gubernur Bali agar tidak melakukan PHK terhadap karyawan.

Selain itu atas beberapa persoalan yang dialaminya, para pekerja hotel mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali bekerja secara profesional dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran ketenagakerjaan.

“Agar Dinas Ketenagakerjaan berani mempidanakan para pengusaha nakal apabila terbukti bersalah melakukan tindak pidana kejahatan ketenagakerjaan,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Video ‘Bali Bangkit’ Tuai Dukungan dari Menteri Kabinet Indonesia Maju