Bupati Mahayastra Bagikan Sembako untuk 3.606 KK Yang Sempat Tercecer

Bupati Mahayastra memberikan sembako untuk warga yang berlangsung di jaba pura Samuan Tiga Bedulu, Gianyar.

Beritabalionline.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar kembali memberikan sembako untuk warga yang sebelumnya sempat tercecer dan tidak mendapatkan bantuan sosial, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Pemberian bantuan ini dilakukan sebagai komitmen kepedulian kepada warga di masa pandemi Covid-19 dan diberikan kepada warga yang sempat tercecer sebanyak 3.606 KK, berlangsung di jaba Pura Samuan Tiga Bedulu, Gianyar, Jumat (28/8/2020).

“Hari ini saya distribusikan lagi bantuan bagi masyarakat yang masih tercecer saat pembagian sebelumnya dikarenakan terkendala beberapa hal, seperti baru memiliki KK, atau ada yang tidak memperoleh bantuan stimulus setelah diverifikasi oleh provinsi, serta adanya masyarakat yang dulunya dianggap mampu namun tetap membutuhkan bantuan dan diperbolehkan oleh undang-undang,” ujar Bupati Gianyar I Made Mahayastra.

Pembagian bantuan sembako yang dilakukan serentak hari ini di 7 kecamatan se-Kabupaten Gianyar merupakan bentuk kebijakan dalam hal membantu masyarakat Gianyar yang terdampak Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Selain kebijakan untuk membantu masyarakat di tengah pandemi, pembagian bantuan sembako merupakan program strategis sebagai salah satu wujud nyata saya sebagai Bupati Gianyar dalam membantu meringankan beban masyarakat Gianyar,” kata Mahayastra.

Terkait kebijakan pembagian sembako, Bupati Gianyar sebelumnya juga telah menyerahkan lebih dari 28.000 paket sembako kepada KK miskin di Gianyar. Awalnya Mahayastra meyakini bahwa masih ada warga yang tercecer tidak lebih dari 1.000 orang.

Sehubungan dengan itu, Mahayastra kembali memerintahkan kepala desa untuk mendata ulang masyarakat Gianyar yang masih tercecer, yang akhirnya terverifikasi lebih dari 1.000 orang, yakni sebanyak 3.606 KK.

“Melihat keluhan masyarakat yang belum tersentuh bantuan, saya mengulang kembali membuat video yang saya sebar melalui akun resmi pemerintah daerah untuk kembali mendata jikalau ada saudara kita yang belum mendapat bantuan, namun bukan dari kalangan ASN, TNI, Polri, pensiunan serta perangkat desa,” ujarnya, menegaskan.

BACA JUGA:  Terkait Pembangunan 'Pelinggih' di Pura Besakih, Gubernur Koster: Jangan Pakai Pendekatan Feodal

Mahayastra menekankan untuk parameter atau ukuran seseorang layak menerima sembako sepenuhnya diserahkan kepada kepala desa dan kepala dusun. “Untuk parameter penerima bantuan sembako, saya berikan kepada Kades dan Kadus, karena berbeda ukuran antara mapan di desa dengan di perkotaan, sehingga saya suruh Kades dan Kadus untuk kembali mendata,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Mahayastra mengimbau, bagi warga Gianyar yang masih tercecer agar melapor langsung kepada bupati. “Saya umumkan sekali lagi, siapapun yang merasa tercecer belum juga menerima bantuan, sekarang pendaftarannya bukan ke camat atau kades, sekarang mendaftar ke bupati,” katanya menandaskan.

Paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat berisikan beras sebanyak 20 kg, 2 kg gula pasir, 1 kg kopi, 4 kaleng susu, 5 buah sabun mandi, dan 2 liter minyak goreng. Hampir semua bantuan yang diberikan kepada masyarakat merupakan barang yang dibeli dari masyarakat Gianyar atau produk hasil petani Gianyar, terkecuali minyak dan sabun. (yes)