Berkas Dinyatakan Lengkap, Polisi Limpahkan Kasus Hukum Jerinx ke Kejaksaan

Jerinx membacakan sikap usai dilimpahkan ke kejaksaan. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Penyidik Ditreskrimsus Polda Bali melimpahkan kasus drummer Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina atau populer dipanggil Jerinx ke Kejaksaan Tinggi Bali.

“Pelimpahan tersangka dilakukan setelah berkas dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa,” kata Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Suinaci, Kamis (27/8/2020) di Polda Bali.

Ketika ditanya apakah Jerinx langsung dibawa oleh pihak jaksa yang menjemputnya ke Polda Bali saat pelimpahan, AKBP Suinaci menyatakan jika Jerinx tetap ditahan di rutan Polda Bali.

“Tetap ditahan disini, namun sifatnya tahanan titipan kejaksaan,” ujarnya.

Saat pelimpahan, kuasa hukum serta istri Jerinx turut mendampingi. Sementara di luar ruangan penyidik, pihak keluarga serta beberapa orang teman Jerinx terlihat menunggu.

Kurang lebih dua jam proses pelimpahan, Jerinx digiring oleh petugas untuk dibawa kembali ke rutan Polda Bali. Di sana ia sempat membacakan pernyataan yang ditulisnya selama berada di dalam sel.

“Ada beberapa hal yang ingin saya katakan, salah satunya yakni ketika di dalam sel saya dilakukan swab test dan hasilnya negatif. Artinya sebelum ditahan saya tidak membahayakan siapapun,” ucapnya.

Sementara kuasa hukum Jerinx, I Wayan Gendo Suardana mengatakan, setelah dilimpahkan pihaknya akan mengajukan permohonan penahanan terhadap kliennya ke kejaksaan.

“Tadi sesaat setelah pemeriksaan, pihak kejaksaan menyatakan langsung melakukan penahanan dan menitipkan Jerinx ke sel Polda Bali. Di sana kami kemudian mengajukan permohonan penangguhan,” ucapnya.

Alasan penahanan dikarenakan Jerinx merupakan tulang punggung keluarga, serta Jerinx dikatakan lebih berguna di luar tahanan karena bisa membantu masyarakat.

“Selain itu, di masa pandemi Covid ini semestinya tidak perlu lagi memasukkan orang ke dalam sel tahanan karena beresiko terjadi penularan. Apalagi kasus Jerinx ini kan kejahatan biasa tidak berat seperti suap menyuap,” kata Gendo.

BACA JUGA:  Nekat Hendak Gelar Yoga Orgasme, WN Kanada Diusir dari Bali

Disinggung apakah tidak khawatir mengajukan permohonan penangguhan penahanan setelah sebelumnya pernah ditolak oleh Polda, Gendo menyatakan tidak bisa berandai-andai.

“Permohonan penangguhan penahanan ini kan hak, meski kewenangan nantinya ada di pihak jaksa. Jadi mau diterima apa tidak, yang penting kita berupaya,” tuturnya. (agw)