UPDATE: Jumlah Pasien Sembuh Corona di Bali Total 4.058, Meninggal 54

Update Covid-19 di Bali per Selasa (25/8/2020).

Beritabalionline.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali mencatat, perkembangan pandemi Covid-19 di daerah ini per Selasa (25/8/2020) mencatat pertambahan kasus Terkonfirmasi Positif sebanyak 74 orang melalui Transmisi Lokal, kasus sembuh sebanyak 51 orang, dan satu pasien meninggal dunia.

Secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif sampai Selasa (25/8/2020) menjadi 4.650 orang, sembuh 4.058 orang (87,27%), dan meninggal dunia 54 orang (1,16%).

Berdasarkan data tersebut, maka sampai hari Selasa kemarin tercatat 538 kasus aktif (11,57%). Para pasien ini tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, maupun yang dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering.

Kasus positif Covid-19 di Bali yang menjangkiti Warga Negara Indonesia (WNI) melalui transmisi lokal mencapai 91,29 persen. Terkait hal itu GTPP Covid-19 Bali menekankan pentingnya masyarakat mematuhi Protokol Kesehatan.

“Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 terus mengalami peningkatan, perlu diketahui bahwa sebanyak 90,91% dari kasus WNI terkonfirmasi adalah melalui transmisi lokal,” demikian siaran pers GTPP Bali dikutip dari laman infocorona.baliprov.go.id, pada Selasa (25/8/2020).

Masih adanya warga yang terpapar Covid-19, dan sebagian besar dari transmisi lokal, Pemerintah Provinsi Bali melalui GTPP mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan dimana saja dan kapan saja sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga.

Kesadaran dan partisipasi masyaraat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Masyarakat Bali yang Produktif dan Bebas Covid-19.

Untuk itu, GTPP Covid-19 Provinsi Bali menyerukan kepada masyarakat agar melaksanakan protkol kesehatan dengan disiplin selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian. (ist)

BACA JUGA:  Nelayan Asal Jimbaran Hilang di Perairan Nusa Dua Setelah Dihantam Ombak