Kejagung Daiharapkan Bisa Pulih Dalam 3 Hari Pascakebakaran

Gedung Kejagung yang terbakar pada Sabtu (22/8/2020) malam. (FOTO : Istimewa)

Beritabalionline.com – Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Barita Simanjuntak meyakini Kejaksaan Agung memiliki emergency plan atau EP.

Karenanya, insiden kebakaran yang terjadi semalam di gedung utama Kantor Kejaksaan Agung diyakini cepat dipulihkan kembali agar kejaksaan dapat kembali bekerja.

“EP bisa di-create disusun. Saya yakin Kejagung sebagai institusi besar memilikinya. Saya kira 1,2,3 hari ke depan EP diberlakukan dan diterapkan. Supaya semua bisa teratur dan tertib menuju recovery,” kata Barita saat dihubungi, Minggu (23/8/2020).

Barita melihat, hal utama yang harus mendapat EP adalah bidang pelayanan sumber daya manusia (SDM). Sebab gedung utama adalah tempatnya dokumen SDM Kejaksaan Agung.

“Jadi organisir apa dokumen yang musnah, kemudian telusuri back up-nya, itu kan selalu ada salinan atau penyimpanan dokumen, rekapnya,” saran Barita.

Selain itu, akibat hangusnya seluruh gedung utama, otomatis tidak ada tempat bagi seluruh pegawai yang bertempat kerja di sana. Karenanya, Barita meminta pihak kejaksaan untuk memikirkan dimana relokasi kerja mereka untuk sementara ini.

“Penting adalah relokasi dan penempatan para pegawai yang kehilangan ruang kerja tempat masing karena terbakar. Saya kira itu mendesak segera dilakukan. Sebab pegawai ini butuh ruang kerja, butuh tempat kerja agar bisa melaksanakan tugas, dan melayani publik,” terang dia.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Hari Setiono mengatakan, kebakaran terjadi di lantai 3, 4, 5, dan 6. Lantai tersebut merupakan ruangan untuk Bidang Intelejen, Bidang Pembinaan dan Kepegawaaian Kejaksaan Agung.

Diketahui, areal terbakar di Kantor Kejaksaan Agung adalah di gedung utama. Diperkirakan, kebakaran terjadi sekira pukul 19.00 WIB, Sabtu 22 Agustus 2020. Awalnya api diduga berasal dari lantai 5, namun pagi ini tampak hampir seluruh lantai sudah rata terbakar.

BACA JUGA:  Musisi Ahmad Dhani Diganjar Hukuman 1,5 Tahun Penjara

Pihak Kejaksaan Agung mengonfirmasi bahwa seluruh dokumen penting terkait perkara terselamatkan.

“Yang utamanya, bahwa berkas-berkas perkara tidak ada di sini,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin di lokasi kebakaran, Jakarta, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2020. (itn)