Pandemi Covid-19, Delapan Warga di Desa Peguyangan Kangin Malah Pesta Miras

Satgas Covid-19 Desa Adat Peraupan dan Relawan Desa saat melakukan patroli.

Beritabalionline.com – Relawan Desa dan Satgas Covid-19 Desa adat Peraupan, Desa Peguyangan Kangin Kota Denpasar menindak tegas warga yang melanggar imbauan pemerintah. Salah satunya, mengamankan sekelompok pemuda yang sedang melakukan pesta minuman keras (miras) serta tidak menerapkan protokol kesehatan.

Saat  Satgas Covid-19 Desa Adat Peraupan dan Relawan Desa melakukan patroli rutin menemukan 8 orang yang didapati sedang melaksanakan pesta miras di daerah lingkungan Banjar Bantas, Desa Peguyangan Kangin langsung diamankan pada Jumat (22/8/2020).

Perbekel Peguyangan Kangin I Wayan Susila mengatakan, sekitar pukul 23.30 kami Relawan Desa bersama Kadus Br. Bantas, Pecalang, Linmas, serta Satgas Covid-19 Desa adat Peraupan, Desa Peguyangan Kangin mengamankan warga yang kedapatan sedang pesta miras. Pesta ini dilakukan oleh delapan warga yang berasal dari luar Bali di sebuah kos-kosan di daerah lingkungan Br. Bantas, Peguyangan Kangin.

“Mereka yang berkumpul tersebut telah melanggar aturan atau himbauan pemerintah terkait social dan physical distancing dan tidak menggunakan masker,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk memberikan efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya yang bersangkutan langsung dibubarkan dan diberi pembinaan serta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

Kegiatan patroli dan pemantauan ini akan terus kami laksanakan bersama Satgas Covid-19 Desa Peguyangan Kangin serta seluruh desa adat yang berada di wilayah Desa Peguyangan Kangin, untuk mengawasi ketertiban penduduk di Desa Peguyangan Kangin dalam situasi pandemic Covid-19, kata Susila.

Dia juga meminta kepada seluruh warga yang ada di wilayahnya supaya tertib menerapkan protokol kesehatan. “Kami akan terus menggelar patroli rutin dan akan dipantau secara maksimal. Khusus mereka yang baru datang dari luar Bali, kami juga akan melakukan pendataan terkait dengan identitas untuk menciptakan tertib administrasi,” pungkas I Wayan Susila. (ist)

BACA JUGA:  Warga Luar Bali Antre Urus Surat Jalan Pulang Kampung di Polresta Denpasar