KPU Jembrana Akomodir Program SMSI Bali Wujudkan Pilkada Berkualitas dan Bermartabat

Ketua KPU Jembrana foto bersama jajaran pengurus SMSI Bali.

Beritabalionline.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kembali melakukan pertemuan bersama Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU) Kabupaten Jembrana,  pada Jumat, 21 Agustus 2020.

Isu yang mengerucut adalah pembahasan tentang ‘Gerakan Edukasi, Pilkada Tanpa Hoax, Tanpa Provokasi’. Program itu dicetuskan oleh SMSI dalam mendukung Pilkada Serentak yang berkualitas dan bermartabat.

Ketua SMSI Provinsi Bali, Emanuel “Edo” Dewata Oja menjelaskan eksistensi media online dengan merujuk Peraturan Dewan Pers No 3 Tahun 2019, yang mengatur tentang persyaratan pendirian media online.

Dijelaskan Edo, pasal 8 dalam Peraturan DP mengatur tentang pemimpin redaksi media online harus bersertifikat Wartawan Utama. Sedangkan pasal 9 menyebutkan, wartawan utama boleh memimpin dua media.

“Ketentuan Dewan Pers itu menjadi syarat mutlak dalam pendirian sebuah media online, termasuk media harus berbadan hukum Indonesia berupa, Perseroan Terbatas, Yayasan dan Koperasi,” jelas Edo di KPU Provinsi Bali, Jumat, 21 Agustus 2020.

Hal yang sama juga diterapkan SMSI Bali dalam merekrut anggota. Saat ini jumlah anggota yang telah terseleksi ketat dibawah SMSI Bali sebanyak 27 media online. Edo mengatakan, saat ini di Bali ada ratusan media online.

“Kenapa 27 media online, karena kami seleksi secara ketat. Artinya, yang bernaung di bawah SMI adalah media online yang berbadan hukum PT, Yayasan, dan Koperasi sebagai salah satu syarat utama, sesuai yang diamanahkan oleh Dewan Pers,” jelasnya.

Sementara, Ketua KPU Jembrana Ketut Tangkas Sudiantara menjelaskan, ada tiga hal yang disosialisasikan dalam tahapan pemilu yakni, pengumuman pendaftaran, penetapan paslon, dan pengumuman nomer urut.

Sampai saat ini, pihaknya merangkul sejumlah media dalam mengakomodir kebutuhan sosialisasi. Hanya saja, disebutkan Ketut Tangkas, ada rasionalisasi anggaran yang dialihkan untuk kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD).

BACA JUGA:  Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Kapolri Harap Pariwisata Bali Segera Pulih

“Yang kita keluarkan yang signifikan. Kita siasati sosialisasi melalui medsos, videotron dan platform lainnya, apakah ada sundulan dari pusat, maka baru bisa sosialisasi lagi,” jelasnya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan SMSI Bali DM Suta Sastradinata menambahkan, SMSI Bali merasa terpanggil untuk berperanserta aktif menciptakan Pilkada yang berkualitas dan bermartabat dari program yang diinisiasi oleh SMSI sebagai organisasi media online yang anggotanya terbanyak saat ini di Bali.

“Sebagai organisasi media siber, SMSI memiliki peran untuk mengedukasi masyarakat agar menaggunakan hak politiknya dengan baik dan benar pada Pilkada serentak 2020 yang merupakan perhelatan pesta demokrasi lima tahunan,”  demikian Suta Sastradinata yang akrab disapa Dewa Sastra. (ist)