Korem dan Jajaran Kian Gencar Ingatkan Masyarakat Pentingnya Protokol Kesehatan

Seorang warga terciduk tak kenakan masker. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Korem163/Wira Satya beserta jajaran semakin intensif dan masif melaksanakan pendisiplinan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Sebelumnya dan hari ini serta seterusnya kita makin mengintensifkan pendisiplinan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan,” ujar Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, Jumat (21/8/2020) di Denpasar.

“Untuk itu saya selaku Danrem 163/Wira Satya telah memerintahkan jajaran satuan bawah mulai dari Kodim, Koramil dan Babinsa untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan aparat lainnya dalam pelaksanaan pendisiplinan masyarakat,” lanjutnya.

Kegiatan ini kata Danrem turut melibatkan instansi lain baik Polri, Satpol PP, Satgas Covid-19, Linmas dan Pecalang.

Sasaran pendisiplinan dilakukan di tempat-tempat umum yang memungkinkan terjadinya penyebaran Covid-19 seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan, daerah tujuan wisata, tempat ibadah dan fasilitas publik lainnya yang memungkinkan orang untuk berkumpul dan berkerumun.

“Langkah-langkah yang kita lakukan di lapangan bersama instansi terkait adalah melakukan tindakan-tindakan persuasif mulai dari mengingatkan atau menegur untuk taat kepada protokol kesehatan termasuk juga menyiapkan masker bila benar-benar ada warga yang tidak bermasker,” paparnya.

Danrem sangat berharap kepada seluruh warga masyarakat khususnya di Bali untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan, karena penerapan protokol kesehatan adalah hal yang efektif dilakukan saat ini.

Menurutnya, kultur masyarakat Bali dengan menjunjung kearifan lokal dalam tatanan masyarakatnya seperti adanya desa adat sesungguhnya sangat efektif dalam mengimplementasikan protokol kesehatan terkait Covid-19.

Terlebih semua desa adat yang berjumlah 1.493 telah memiliki acuan yang sama yaitu pararem terkait Covid-19, sehingga hal ini menjadi referensi atau aturan yang efektif untuk pelaksanaan pendisiplinan masyarakat.

“Kita patut bersyukur mereka yang terpapar dan positif Covid-19, saat ini banyak yang dinyatakan sembuh, tetapi akan sangat disayangkan bila dalam kondisi belum ditemukan vaksin ataupun obat untuk Covid-19, kita bersikap tidak peduli yang pada akhirnya penyebaran Covid-19 masih terus terjadi. Jika ini terus berlangsung tentu akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk pemulihan ekonomi,” jelasnya.

BACA JUGA:  SMSI Bali Perkuat Barisan dan Berkomitmen Tak Rekrut Media Abal-abal

Ditegaskan, masyarakat Bali sangat menggantungkan kehidupan pada dunia pariwisata, jika wilayah Bali belum sepenuhnya dinyatakan aman untuk berwisata maka tentu tidak akan ada yang datang atau berkunjung.

Oleh karena itu, peran serta semua pihak menjadi sangat penting, utamanya adalah masyarakat.

“Jika kesadaran setiap orang baik dan itu menjadi kesadaran mandiri, maka kita meyakini akan mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkas Danrem. (agw)