Dewan Pers Harapkan Semua Media Online Anggota SMSI Bali Terverifikasi

Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Chaeruddin Bangun didampingi Ketua SMI Bali, Emanuel “Edo” Dewata Oja (kanan).

Beritabalionline.com – Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Chaeruddin Bangun menginginkan semua media online anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali terverifikasi oleh Dewan Pers, sehingga keberadaannya memberikan dampak positif kepada publik.

“Karenanya media online sebagai perusahaan pers harus memiliki badan hukum (PT) dan pemimpin redaksinya mengantongi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama,” ucap Hendry Ch Bangun saat bertemu dengan pengurus SMSI Bali, di Badung, Jumat (21/8/2020).

Mantan Sekjen PWI Pusat ini mengatakan, dengan dipimpin oleh pemimpin redaksi yang berkompeten, maka kualitas pemberitaannya tetap terjaga dan tidak merugikan publik. Kinerja wartawannya pun, sebut dia, sesuai dengan UU 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Hendry Ch Bangun mengatakan, fungsi Dewan Pers sesuai Pasal 15 Ayat 2 Undang-Undang Pers No. 40/1999, adalah melindungi kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain, melakukan pengkajian untuk pengembangan kehidupan pers, menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik.

Selanjutnya, memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers, mengembangkan komunikasi antara pers, masyarakat, dan pemerintah, memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan, dan mendata perusahaan pers.

Tujuh fungsi yang harus dilaksanakan tersebut, kata dia, menjadikan Dewan Pers sejenis lembaga super untuk komunitas pers. Dengan fungsi tersebut Dewan Pers ibaratnya menggabung fungsi-fungsi Komnas HAM, Komisi Penyiaran Indonesia, Biro Pusat Statistik, Dewan Etik, Ombudsman Pers, Kementerian Komunikasi dan Informasi, federasi asosiasi wartawan, dan AC Nielsen sekaligus.

“Uniknya, beban fungsi yang begitu besar pada lima tahun pertama keberadaannya (2000-2005), hanya didukung dengan angka pendanaan sekelas lembaga swadaya masyarakat kecil,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 16 Orang, Kasus Positif 13, Meninggal Dunia 1

Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan akan mendorong anggotanya mengikuti verifikasi Dewan Pers. Dengan memastikan semua anggota SMSI Bali mengikuti standarisasi Dewan Pers, sehingga dapat diterima oleh instansi/lembaga resmi.

Pria yang akrab disapa Edo ini juga menambahkan, anggota SMSI harus mencegah penyebaran berita bohong (hoax) yang merugikan publik, sehingga masyarakat tidak saja semakin gemar membaca berita media online, tetapi juga memiliki kepercayaan tinggi terhadap media online.

“Maka kualitas berita tetap dijaga sesuai kaidah dan kode etik jurnalistik,” demikian Edo.  (red)