Deklarasi KAMI Dituding Langgar Protokol Kesehatan

Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi. (FOTO : Liputan6.com)

Beritabalionline.com – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menyayangkan deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, hari ini yang mengabaikan protokol kesehatan. Dia menyebut, banyak massa tidak menggunakan masker dan tak menjaga jarak aman.

“Di sini terlihat kerumunan massa yang cukup besar dan sangat berdekatan. Sebagian ada yang menggunakan masker dan cukup banyak yang tidak menggunakan masker,” ujarnya dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Wiku khawatir deklarasi KAMI menimbulkan klaster baru Covid-19. Jika klaster terus bertambah, kasus Covid-19 di Indonesia sulit ditekan.

“Mohon agar kita disiplin menggunakan masker, jaga jarak. Karena apa yang sudah terjadi tadi sebuah refleksi dari kegembiraan yang ada di masyarakat sehingga lupa menyampaikan protokol kesehatan,” ucap dia.

Selain deklarasi KAMI, Wiku juga menyoroti kegiatan sepeda santai di Padang, Sumatera Barat, pada 16 Agustus 2020 yang diikuti lebih dari 3.000 orang. Dari laporan yang dia terima, sebagian peserta kegiatan tersebut tidak menggunakan masker. “Dan terlihat kerumunan cukup dekat,” sambungnya.
Demikian juga dengan pertunjukkan live musik di Wisata Alam Jumprit Temanggung, Jawa Tengah, pada 15 Agustus 2020 yang dihadiri ribuan orang. “Ini terlihat sekali banyak yang tidak menggunakan masker,” kata dia.
Mantan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini mengingatkan masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan jika berada di ruang publik. Yakni harus menggunakan masker, menjaga jarak minimal satu meter dan mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. (itn)
BACA JUGA:  Pipa Pertamina di Cimahi, Jawa Barat Terbakar