Ditempel Pita Cukai Palsu, Ratusan Ribu Batang Rokok Disita Bea Cukai

Petugas Bea Cukai amankan rokok ilegal. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Bea Cukai mengamankan sebanyak 202.268 batang rokok, 88.188 gram tembakau iris dan 10 botol liquid vape dengan berbagai merek dan ukuran yang diduga melanggar ketentuan di bidang cukai.

“Nilai barang hasil penindakan tersebut mencapai Rp 231.342.740, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 91.590.034,” ungkap Sulaiman, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan selaku juru bicara Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, Jumat (14/8/2020) di Denpasar.

Dikatakan, pelanggaran ketentuan cukai yang dimaksud yakni barang kena cukai (dalam hal ini rokok) tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai yang bukan haknya, serta dilekati dengan pita cukai yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Ditambahkan, barang tersebut merupakan hasil operasi pasar di tiga provinsi yang digelar Bea Cukai Bali Nusra.

“Penindakan rokok ilegal dan barang kena cukai ilegal lainnya di berbagai daerah ini disebut sebagai “Operasi Gempur,” papar Sulaiman.

Operasi Gempur bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang berlangsung dari 6 Juli hingga awal Agustus 2020 ini menyasar di daerah-daerah yang disinyalir menjadi tempat peredaran Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal.

Operasi dilakukan guna mewujudkan komitmen untuk menekan peredaran rokok ilegal sebesar 3 persen di tahun 2020.

“Di Bali ada tiga lokasi yakni di wilayah Kabupaten Tabanan, Badung, Singaraja. Kemudian di Belu, Sumba Barat, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa Besar, dan Manggarai Timur untuk wilayah Nusa Tenggara,” jelasnya.

Selain melakukan upaya represif melalui Operasi Gempur, Bea Cukai di wilayah Bali – Nusra juga melakukan upaya persuasif berupa pemberian edukasi terkait ketentuan cukai dan sosialisasi mengenai barang kena cukai ilegal kepada masyarakat umum dan para pelaku usaha.

BACA JUGA:  Cegah Wabah Daging Babi Afrika, Balai Karantina Gandeng Stakeholder di Bandara Ngurah Rai

“Diharapkan dengan upaya ini masyarakat menjadi lebih paham, tidak lagi mengkonsumsi rokok ilegal, dan mampu berperan secara aktif untuk memberikan informasi kepada Bea Cukai jika ditemukan adanya rokok atau barang kena cukai ilegal di daerahnya,” tegas Sulaiman. (agw)