Ditetapkan Sebagai Tersangka, Jerinx Langsung Ditahan di Rutan Polda Bali

Jerinx didampingi kuasa hukumnya saat menjalani pemeriksaan di Mapolda Bali beberapa hari lalu. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Polisi menetapkan drummer Superman Is Dead, I Gede Ari Astina atau Jerinx sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

“Iya Jerinx sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho kepada awak media di Denpasar, Rabu (12/8/2020).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, suami dari Nora Alexandra Philip ini langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Bali.

Kombes Nugroho mengatakan, penetapan sebagai tersangka terhadap Jerinx dilakukan setelah dilakukan serangkaian proses oleh penyidik.

Sebelumnya, Jerinx dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Bali ke Polda Bali. IDI merasa gerah atas postingan Jerinx di akun Instagramnya yang menyebut ‘IDI kacung WHO’.

“Hari ini Jerinx kita mintai keterangan, ada tiga point mendasar yang kita tanyakan terkait postingannya di akun Instagram miliknya,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho, Kamis (6/8/2020) lalu.

Kepada penyidik, Jerinx mengakui telah membuat dan memposting apa yang dilaporkan IDI ke Polda Bali. Tulisan tersebut bertujuan mendorong IDI selaku organisasi profesi untuk mengambil tindakan atas ketidakadilan terhadap masyarakat.

“Ada banyak yang diposting termasuk berisi emoji atau gambar babi. Nah disitu ditanyakan dan kata Jerinx, saat memposting ia sedang makan babi,” kata Kombes Nugroho.

Saat panggilan kedua Jerinx hanya diperiksa sebagai saksi. Selanjutnya jelas Dirkrimsus, penyidik akan melakukan gelar perkara, yang hasilnya akan dijadikan acuan untuk proses penyidikan.

“Kita ini bekerja berdasarkan SOP. Setelah ini dilakukan gelar perkara untuk proses penyidikan selanjutnya,” jelasnya.

Disinggung Jerinx kerap membuat statemen dan merasa Covid-19 merupakan sebuah konspirasi, menurut Kombes Nugroho virus ini nyata dan Covid-19 tidak hanya ada di Indonesia namun juga menyebar berbagai belahan dunia.

BACA JUGA:  Kendalikan Peredaran Sabu, Kadek Rusdi Divonis 12 Tahun Penjara

“Faktanya Covid ini cukup jelas dan korbannya sudah banyak. Barang ini cukup kecil dan tidak ketahuan. Oleh karena itu apa yang disampaikan pemerintah harus kita jadikan pedoman,” paparnya.

“Dan IDI sebagai profesionalisme kedokteran tentunya cukup mengetahui sehingga melakukan langkah-langkah, salah satunya rapid test,” tegas Kombes Nugroho. (agw)