Bali Miliki Angka Kematian Covid-19 di Bawah Rata-rata Dunia, Angka Kesembuhan Pasien Terus Naik (86,90 %)

Update data perkembangan Covid-19 di Bali per hari Selasa (11/8/2020).

Beritabalionline.com – Bali termasak salah satu dari 22 provinsi di Indonesia yang memiliki angka kematian Covid-19 di bawah rata-rata dunia, yaitu 1,28 persen.

Sementara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali per Selasa (11/8/2020), tercatat jumlah kumulatif pasien positif 3.862 (bertambah 45 transmisi lokal).

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali juga mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 terus naik. Pada Selasa (11/8/2020) total pasien yang sembuh dari Covid-19 sebanyak 3.356 orang atau mencapai 86,90 persen (bertambah 48 orang, terdiri dari 47 transmisi lokal dan 1 PPDN).

Sementara pada hari yang sama, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat nihil kasus meninggal. Data mencatat 49 pasien Covid-19 yang meninggal atau 1,27 persen.

Sedangkan untuk pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) yang berada di 17 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering) sebanyak 457 orang (terdiri dari 456 WNI dan 1 WNA).

Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan, Tim Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Provinsi Bali mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan, dimana dan kapan saja.

Hal ini dikarenakan jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal secara komulatif sebanyak 3.469 orang (terdiri dari 3.457 WNI dan 12 WNA).

Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Masyarakat Bali yang Produktif dan Bebas Covid-19. Untuk itu, marilah kita laksanakan Protokol Kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian,” pinta Ketua Harian GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

BACA JUGA:  Mobil yang Dikemudikan Remaja Belasan Tahun Terbalik di Sanur

“Maskermu melindungiku, maskermu melindungiku,” demikian Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini.

Sementara Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan kasus kematian Covid-19 di Indonesia per 10 Agustus 2020 berada di angka 4,5 persen atau 5.765 orang. Menurun tipis dari data 3 Agustus lalu yang mencapai 4,68 persen.

Namun, posisi Indonesia masih berada di atas rata-rata kematian kasus Covid-19 di dunia.
“Kematian di Indonesia lebih tinggi daripada dunia yaitu 4,5 persen, dunia 3,64 persen,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Meski ini bukan kabar gembira, Wiku berharap semua pihak bekerja sama untuk menekan kasus kematian. Terutama pelayanan kesehatan untuk bekerja keras menangani pasien Covid-19.

“Jadi tujuan kita bersama adalah menurunkan angka kematian di Indonesia, kalau bisa di bawah angka kematian dunia,” katanya.

Wiku menyebut, ada 22 provinsi di Indonesia yang memiliki angka kematian Covid-19 di bawah rata-rata dunia. Yaitu, DKI Jakarta 3,56 persen, Sulawesi Selatan 3,18 persen, Jawa Barat 3 persen, Bali 1,28 persen, Papua 1,06 persen dan Kalimantan Timur 2,84 persen.

Maluku Utara 3,3 persen, Gorontalo 2,54 persen, Maluku 1,8 persen, Sumatera Barat 2,8 persen dan DI Yogyakarta 2,85 persen. Kemudian Riau 1,8 persen, Aceh 2,8 persen, Papua Barat 1 persen, Kalimantan Barat 0,96 persen dan Kalimantan Utara 0,67 persen.

Sulawesi Barat1,8 persen, Sulawesi Tengah 3,24 persen, Jambi 1,9 persen, Bangka Belitung 0,9 persen, Nusa Tenggara Timur 0,65 persen dan Sulawesi Tenggara 1,37 persen. (ist)