Marak Praktek Calo SIM, Ini Kata Kasat Lantas Polresta Denpasar

Masyarakat menunggu giliran pembuatan SIM di Polresta Denpasar. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Satuan Lalulintas Polresta Denpasar menjadi sorotan lantaran beredar kabar di media sosial jika di tempat itu marak terjadi praktek percaloan bagi masyarakat yang akan mengurus SIM.

Tidak tanggung-tanggung, pemohon SIM diminta uang hingga Rp900 ribu oleh para calo dengan jaminan tidak perlu mengurus surat kesehatan dan tes psikologi sebagai salah satu syarat membuat SIM.

“Terkait kabar di sosmed, saya pesan kepada masyarakat jangan percaya dengan calo,” kata Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2020).

Menurutnya sangat sia-sia jika para pemohon SIM menggunakan jasa calo. Ini dikarenakan yang nantinya berhadapan dengan petugas masyarakat itu sendiri.

“Proses pencocokan data, pengambilan foto dan lain-lain itu kan harus pemohon SIM sendiri. Tidak bisa syarat-syarat tersebut diwakilkan ke orang lain,” jelasnya.

Ditambahkan, sebelum membuat SIM masyarakat diminta terlebih dahulu melihat papan pengumuman yang berisi biaya pembuatan SIM baik untuk pembuatan SIM baru maupun perpanjang.

“Apa yang saya sampaikan sebagai penegasan bahwa apa yang beredar di sosial media tersebut tidak benar. Kami tahu dimasa pandemi ini banyak orang berupaya mencari nafkah, salah satunya menjadi calo. Tapi sekali lagi saya imbau agar masyarakat mengurus sendiri pembuatan SIM,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Awal 2021, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Melebihi Angka Positif