Terlibat Kasus Narkoba, Pria Asal Padang Dituntut 16 Tahun Penjara

Terdakwa Beni Vebriadi.

Beritabalionline.com – Pria bernama Beni Vebriadi (23) yang duduk di kursi persidangan atas kasus narkotika dengan barang bukti ganja seberat 3 kilogram dituntut pidana penjara selama 16 tahun.

Dalam kasus ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Andhika Nugraha dengan dua dakwaan yakni Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Mohon kepada majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 16 tahun terhadap terdakwa dengan dikurangi masa penahanan, serta denda sebesar Rp5 miliar jika tidak dibayar dapat diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan,” kata jaksa dalam tuntutan di hadapan majelis hakim yang diketuai Esthar Oktavi, Kamis (6/8/2020) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Jaksa menilai bahwa terdakwa melakukan perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 kilogram.

Mendengar tuntutan, melalui kuasa hukumnya dari Posbakum Peradi Denpasar terdakwa yang sebelumnya ditangkap petugas BNN Provinsi Bali usai mengambil paket ganja seberat 3 kilogram dari sebuah kantor jasa pengiriman barang ini menyatakan akan melakukan pembelaan secara tertulis pada sidang selanjutnya.

Kasus yang menyeret terdakwa asal Padang, Sumatera Barat ini bermula saat ia menghubungi seseorang bernama Mecki (DPO) untuk meminta pekerjaan lantaran tidak memiliki uang, Senin (16/3/2020).

Dalam percakapan telepon Mecki menawari terdakwa untuk mengambil paket kiriman berisi ganja dan mengantarkan ke suatu tempat sesuai perintah Mecki.

Dua hari berselang atau, Rabu (18/3/2020) terdakwa dihubungi Mecki dan meminta agar tidak mematikan telepon dan bersiap menerima kiriman paket ganja seberat 3 kilogram.

Esok harinya saat berada di Pantai Legian, Kuta, Badung, terdakwa dihubungi pihak kantor jasa pengiriman barang dan memberitahu jika paket akan dikirim ke Jalan Raya Legian. Alamat tersebut sesuai dengan kesepakatan antara terdakwa dan Mecki.

BACA JUGA:  Siksa Balita Hingga Patah Tulang, Ari Terancam 3,5 Tahun Penjara

Terdakwa lalu mengajak temannya menuju kantor jasa pengiriman barang untuk mengambil paket. Usai mengambil, paket ditaruh di bagian depan motor.

Namun saat hendak pergi, terdakwa diringkus petugas BNN Provinsi Bali yang telah mengintainya, Kamis (19/3/2020).

“Saat diperiksa, terdakwa mengaku dijanjikan akan diberi upah sebesar Rp500 ribu oleh Mecki untuk mengambil paket ganja tersebut,” beber jaksa dari Kejati Bali ini. (sar)