Ciptakan Pilkada Berkualitas dan Kondusif, KPU Badung Gandeng SMSI Bali

Ketua KPU Badung (tengah) foto bersama Pengurus SMSI Bali dengan latar belakang Rumah Pintar Pemilu KPU Kabupaten Badung. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Pilkada 2020 sudah di depan mata. Persiapan dan berbagai upaya sosialisasi kian gencar dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di enam kabupaten/kota penyelenggara Pilkada serentak Bali 2020. Salah satunya adalah KPU Kabupaten Badung.

Untuk kepentingan sosialisasi Pilkada, KPU Badung berinisiatif melakukan kerjasama dengan beberapa media online di Bali. Tak terkecuali dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali yang menaungi puluhan media online di Pulau Dewata.

“Melihat perubahan masyarakat yang sudah jarang membaca berita dari media cetak, kami memutuskan untuk melakukan sosialisasi Pilkada dengan mengikuti tren yang ada yaitu bekerja sama dengan media online,” ujar Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Semara Cipta.

Pernyataan itu disampaikannya saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus SMSI Bali, di kantor KPU Badung, Jalan Kebo Iwo, Denpasar, Kamis (6/8/2020).  Rombongan Pengurus SMSI Bali dipimpin Ketuanya, Emanuel Dewata Oja yang akrab disapa Edo.

Edo didampingi sejumlah pengurus SMSI Bali, yakni dua wakil Ketua SMSI Bali, DM Suta Sastra Dinata dan Joko Purnomo, Ketua Penasehat SMSI Bali yang juga Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra, dan Anggota Dewan Penasehat SMSI Bali Budiharjo.

Pada kesempatan ini Ketua KPU Badung, Semara Cipta menyambut antusias kedatangan pengurus SMSI Bali. Ia berharap saat gelarqan Pilkada Badung 2020, SMSI Bali dengan seluruh anggotanya, yakni media-media online, ikut ambil perasn dalam mengawal, mengawasi dan mensukseskan Pilkada melalui penyebaran informasi di Media Online hingga berakhirnya Pilkada.

“Mungkin teknisnya nanti, KPU Badung akan membuat klasifikasi Media Online dilihat dari badan hukum, publikasi berita, dan platform media sosial yang mereka miliki. Kemudian nantinya Media Online yang memenuhi persyaratan administrasi akan di rekap dan di skoring. Kemudian akan dilakukan koordinasi dengan SMSI. Mungkin kita bisa mintakan rekomendasi dari SMSI untuk menentukan kerjasama,” katanya.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Siapkan Sanggar Seni untuk Misi Diplomasi Budaya

Sementara itu, Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewata Oja mengatakan, SMSI adalah organisasi media online resmi yang telah terdaftar sebagai Konstituen Dewan Pers melalui Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 22/SK-DP/V/2020 pada Mei 2020. Seluruh anggota SMSI, kata wartawan senior yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Bali ini, merupakan perusahaan media online yang secara administrative telah diseleksi secara administratif, yaitu memenuhi standar perusahaan Pers sebagaimana diamanatkan Dewan Pers.

Aturan Dewan Pers, kata Edo, menyebutkan bahwa media online setidaknya berbadan hukum Pers dan dipimpin oleh Wartawan bersertifikasi Wartawan Utama.

Di Bali lanjutnya, terdapat 25 media online yang telah menjadi anggota SMSI.  “Semua sudah kita seleksi secara administrative, karena seleksi semacam itu adalah syarat menjadi anggota SMSI. Pada waktunya nanti media online tersebut akan menjalankan verifikasi administrasi dan factual oleh Dewan Pers,” kata Edo

Edo pada kesempatan tersebut mengimbau KPU Badung dan seluruh KPU Penyelenggara Pilkada serentak Bali 2020, agar sedapat mungkin bekerja sama dengan Media Online yang sudah berbadan hukum Pers. Jika perlu media online tersebut telah terverifikasi Dewan Pers dan mempunyai klasifikasi Wartawan yang sudah di tetapkan oleh Dewan Pers.

“Ini supaya kedepannya jika ada media yang membuat kesalahan bisa langsung menyampaikan komplain ke SMSI. SMSI dalam hal ini mempunyai tujuan untuk mengambil tindakan preventif kepada masyarakat sebagai literasi media agar tidak menyebarkan berita hoax atau ujaran kebencian, tidak hanya saat Pilkada namun di segala peristiwa,” ujar Pemimpin Redaksi Ringtimesbali.pikiran rakyat.com ini.

Sementara itu, Ketua Penasehat SMSI Bali, IGMB Dwikora Putra menegaskan, harapan kedepannya KPU dan masyarakat bisa melaksanakan Pilkada tanpa hoax dengan menggandeng media yang sudah kredibel dan berbadan hukum pers. (ist)