Ny Putri Koster Apresiasi Karya Pelukis Difabel, Gede Agus Mertayasa

Ny Putri Suastini Koster foto bersama Gede Agus Mertayasa.

Beritabalionline.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengapresiasi dan menyampaikan rasa bangganya terhadap Gede Agus Mertayasa, yang memiliki keterbatasan fisik sejak kecil, namun mampu mencurahkan imajinasi dan kreativitas dengan membuat lukisan guna mengaktualisasikan bahasa batinnya dengan jelas di atas kanvas.

Pendamping orang nomor satu di Bali ini menyampaikan hal itu saat menghadiri Pameran Virtual Agus Mertayasa (22), putra dari Ketut Sudana, di Jayasabha Denpasar, Rabu (5/8/2020). Pameran ini terselenggara atas kerja sama Dekranasda Bali dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali.

Ny Putri Koster mengatakan, selaku Ketua Dekranasda Bali dirinya berharap semoga sosok Agus Mertayasa mampu menjadi contoh bagi anak-anak difabel yang lain untuk tidak menyerah oleh keadaan, melainkan harus tetap semangat dan bangkit menjadi pribadi yang tekun dan penuh ide, serta mampu berkreativitas menumbuhkan keahlian yang dimiliki secara lugas.

Kepada para orang tua, Ny Putri Koster mengingatkan untuk dapat memanfaatkan pandemi ini dengan lebih meluangkan waktu memberikan perhatian kepada putra-putri di rumah, sehingga peran sebagai guru rupaka tidak semakin terkikis oleh kemajuan informasi dan teknologi.

“Penguasaan terhadap teknologi memang sangat penting di zaman ini karena persaingan menguasai pasaran dan dunia ada pada kecekatan dan kecepatan kita memfungsikan IT tersebut. Namun demikian, mari kita terus berupaya memberikan sentuhan perhatian, kasih sayang, mengayomi dan dukungan terhadap anak-anak kita, tetapi tidak dengan cara memanjakan,” ujarnya.

Dengan memberikan perhatian dan sentuhan, lanjut Ny Putri Koster, nantinya akan dapat memberikan dampak positif untuk anak-anak, yakni akan ada usaha dalam menggapai masa depannya secara pasti dan mandiri.

BACA JUGA:  Bupati Eka Bagikan 1 Ton Beras CPP dan 133 Ribu Bibit Cabai Kepada Masyarakat Tabanan

Ny Putri Koster merasa sangat bahagia karena hari ini dapat memenuhi janjinya untuk melaksanakan pameran lukisan yang sebelumnya direncanakan pameran tunggal, namun terhambat oleh kondisi yang diakibatkan wabah Covid-19 yang belum kunjung usai.

“Di balik fisik yang diharuskan tetap di rumah, namun kreativitas harus tetap aktif di tengah plafon digitalisasi. Saat pandemi kita berinisiatif melaksanakan kegiatan pameran virtual sebagai wahana digitalisasi untuk ikut melibatkan instansi pemerintah, para dermawan, swasta dan donatur untuk ikut serta dalam situasi era baru yang kembali produktif,” ucapnya.

Dikatakannya, digitalisasi virtual adalah jawaban saat ini. Kita tetap berkegiatan yang sehat terutama bagi anak-anak kita yang memiliki talenta, dan pengembangan mental yang harus terus digali.

Pada pameran ini, Agus Mertayasa yang mulai melukis sejak tahun 2017 memamerkan sebanyak 45 karyanya yang hampir keseluruhan mengangkat tema MAUT atau tentang PRALINA. Suatu karya yang khas dengan penguasaan energi garis dan kemampuan menggores ritme bahasa nafas layaknya orang yang sedang meditasi.

Ia memiliki kesempurnaan untuk berfokus pada suasana batiniah yang ingin disampaikan dalam sebuah tema secara visual yang kuat dengan pancaran aura magisnya. Tema ini menjadi pilihan karena Agus Mertayasa memiliki kepekaan kuat terhadap semesta dan kehidupan untuk menjawab kemungkinan maut yang ada, karena manusia adalah bagian dari maut itu sendiri. (ari)