Aksi Unjuk Rasa Ratusan Warga Tolak Aliran Hare Krishna Diwarnai Atraksi Kesenian dan Budaya Bali

Aksi massa tolak aliran Hare Krishna di Lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Ratusan warga dari berbagai kalangan dengan mengenakan pakaian adat madya (pakaian adat ringan) menggelar unjuk rasa dalam aksi damai menolak aliran Hare Krishna di Bali.

“Peserta yang ikut aksi damai itu sekitar 200 orang,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Senin (3/8/2020) di Lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar.

Kapolresta menyebut informasi awal dari koordinator aksi bahwa peserta yang turun sebanyak kurang lebih 3.000 orang. Namun saat hari H, jumlah peserta tidak sampai 500 orang.

Dijelaskan oleh Kombes Jansen, tuntutan massa yakni meminta Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali agar mengambil sikap tegas terkait keberadaan Hare Krishna di Bali.

“Dan untuk tuntutan yang diminta agar PHDI menyuarakan hal tersebut ke pemerintah, PHDI sudah melakukan upaya tersebut jauh-jauh hari,” tegasnya.

Kapolresta juga menambahkan, banyaknya peserta yang urung ikut aksi tak lepas dari pendekatan pihak kepolisian kepada masyarakat agar menyerahkan persoalan tersebut ke lembaga yang menangani.

“Kami lakukan upaya pendekatan dengan memberi pemahaman bahwa persoalan aliran Hare Krishna sudah ada yang menangani. Dan rupanya upaya masyarakat mau paham, sehingga tidak semua ikut aksi,” bebernya.

Saat menggelar aksi, massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Taksu Bali ini menampilkan berbagai kesenian dan budaya Bali.

Kendati berlangsung damai, Polresta Denpasar menerjunkan tak kurang dari 200 personel untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (agw)

BACA JUGA:  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 36 Orang, OTG Jadi Ancaman Penularan Baru