Tak Gunakan Masker dan Merokok di KTR, 5 Remaja Dihukum Push Up

Salah satu remaja diminta menunjukkan kartu identitas diri usai menjalani hukuman push up oleh petugas Satpol PP Kota Denpasar. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Memasuki tatanan kehidupan baru atau new normal, masyarakat tetap diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah. Namun tidak semua masyarakat mematuhinya, seperti yang dilakukan oleh lima  orang remaja di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, pada Sabtu (1/8/2020).

“Untuk memberikan efek jera sekaligus memberikan pembinaan kepada lima anak muda tersebut, mereka dihukum push up oleh petugas Satpol PP Kota Denpasar,” ujar Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi, Minggu (2/8/2020).

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, hukuman push up yang diberikan bukan karena mereka menciptakan kerumunan saja, namun yang bersangkutan juga dipergoki merokok di tempat tersebut yang merupakan kawasan tanpa rokok (KTR) dan tidak menggunakan masker.

Dijelaskan, semestinya lima anak muda tersebut di Sidang Tipiring. Namun karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 hal itu tidak dilakukan. Namun sebagai efek jera pihaknya memberikan hukuman kepada lima remaja itu dengan push up dan berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa dikemudian hari.

Selain hukuman, mereka juga diberikan pembinaan agar saat pandemi Covid-19 tetap mengikuti protokol kesehatan. Salah satunya tidak menciptakan kerumunan dan tetap menggunakan masker. Semua itu harus dilakukan karena pihaknya tidak ingin ada penularan Covid-19 pada cluster baru.

Untungnya menurut Sayoga setelah diberikan hukuman dan pembinaan, mereka menyadari kesalahannya dan berjanji tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama. (ist)

BACA JUGA:  Tertimpa Tembok Bangunan, Nyawa Buruh Proyek di Denpasar Melayang