Curi Burung Murai Batu, Residivis Kadek Yasa Dibekuk Polisi

Residivis Kadek Yasa kembali ditangkap karena mencuri burung. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Pernah mendekam di balik jeruji penjara tak membuat pemuda bernama I Kadek Yasa alias Kampret (22) jera. Residivis dalam kasus pencurian ini kembali berulah dengan mencuri burung milik warga.

“Pelaku menyasar burung jenis murai karena harganya mahal,” terang Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat AKP Andi Muhammad Nurul Yaqin, Sabtu (1/8/2020) di Denpasar.

Penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan korban, I Wayan Darmada (48) yang kehilangan burung di rumahnya Jalan Imam Bonjol, Gang Gunung Saba nomor 15 A, Denpasar Barat, Selasa (28/1/2020) awal bulan lalu.

Korban mengatakan, sebelum hilang burung jenis murai batu medan di dalam sangkar ia beri makan. Setelah itu burung tersebut ditutup menggunakan kain dan digantung di depan teras rumahnya dan ditinggal tidur.

Tengah malam, korban mendengar suara ribut. Ia lalu keluar rumah dan melihat sangkar dalam kondisi terbuka. Ketika dicek, burung dengan ekor panjang warna hitam dan dada berwarna coklat miliknya hilang.

Kurang lebih dua pekan melakukan penyelidikan, pelaku dapat ditangkap saat berada di tempat kosnya Jalan Padma nomor 53, Denpasar Timur, Kamis (30/7/2020) sekitar pukul 19.00 Wita.

Kepada polisi, pelaku mengatakan menjalankan aksi pencurian bersama temannya bernama Wewek yang saat ini diburu petugas kepolisian.

Pelaku juga mengaku telah melakukan pencurian burung sebanyak 7 kali di tempat berbeda.

“Pelaku bersama temannya yang DPO melompat tembok pagar kemudian mengambil burung. Terkadang mereka juga mengambil burung beserta sangkarnya,” jelas Kanit Reskrim.

Burung hasil curian kemudian dijual seharga Rp1 juta per ekor. Dalam kasus ini polisi turut mengamankan seorang pembeli burung hasil curian. (agw)

BACA JUGA:  Kabur ke Singaraja, Dua Pelaku Perampokan Toko Emas di Kerobokan Diringkus Polisi