Wagub Cok Ace Sebut Bali Berupaya Percepat Proses Recovery Dampak Covid-19

Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya mencari metode yang bisa mempercepat proses penyembuhan dan mencegah penularan virus Covid-19, mengingat daerah ini sudah masuk tahap recovery, demikian Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

“Bali sudah masuk tahap recovery Covid-19. Salah satu indikator pemulihan penyakit menular itu terlihat dari penambahan kesembuhan Covid-19 dalam kurun waktu 10 Hari terakhir,” ujarnya di Denpasar.

Ditambahkannya, pasien yang dinyatakan sembuh per harinya semakin banyak daripada yang terkonfirmasi positif. Bahkan terkadang jumlah pasien yang sembuh dua kali lipat dari pasien yang sakit.

Hal tersebut disampaikan Wagub Cok Ace saat mengikuti webinar Planet Tourism Indonesia 2020 bertema ‘Persiapan/Soft Opening Launch Pembukaan Pariwisata dan Deklarasi Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru Provinsi Bali’ di Ruang Rapat Wakil Gubernur Bali, pada Rabu (29/7/2020).

Dijelaskan, dalam kondisi recovery Bali ini, pemerintah juga mengimbangi dengan segala kesiapan tatanan kehidupan baru di sektor pariwisata. Semua usaha pariwisata wajib tersertifikasi layak untuk beraktifitas kembali di tengah pandemi.

“Kita sudah siap menerima kedatangan kembali wisatawan domestik mulai 31 Juli 2020,” kata Cok Ace.

Selain protokol kesehatan Covid-19 di obyek wisata, maupun hotel, Gubernur Bali juga menerbitkan, Surat Edaran Nomor 15243 Tahun 2020, tentang persyaratan wisatawan nusantara berkunjung ke Bali.

Surat edaran tersebut, kata Cok Ace, menekankan pariwisata di Bali yang berkualitas, memberi pelindungan, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata dalam masa pandemi covid-19.

“Pelaku usaha akomodasi pariwisata di Bali wajib memastikan setiap Wisatawan sudah mengisi Aplikasi Lovebali,” demikian mantan Bupati Gianyar ini. (ist)

BACA JUGA:  PDIP Gianyar Adukan Belasan Akun yang Sebar Berita Bohong tentang Megawati