Terkait Aksi “Manusa”, Ini Tanggapan Kapolresta Denpasar

Petugas kesehatan melakukan test swab kepada tahanan di Mapolresta Denpasar. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan menegaskan pentingnya rapid dan swab test di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Pemerintah mewajibkan masyarakat untuk test rapid dan swab sebagai upaya pencegahan penyebaran virus dan juga melindungi masyarakat dari wabah. Meski ada biaya dalam pelaksanaan test rapid maupun swab, tetapi biaya tersebut sudah disubsidi oleh pemerintah,” ujarnya, Selasa (28/7/2020) di Denpasar.

Pernyataan Kapolresta sebagai respon terkait dengan Aksi damai Masyarakat Nusantara Sehat (Manusa) yang berlangsung di depan Monument Badjra Sandi, Renon, Denpasar, Minggu (26/7/2020).

Demo tersebut berisikan menolak rapid dan swab test sebagai syarat administrasi dalam era tata kehidupan baru dan perjalanan.

Sejumah peserta aksi yang hadir saat itu juga mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, salah satunya tanpa menggunakan masker.

Menurut Kapolresta Denpasar, test tersebut sebagai upaya deteksi dini terhadap virus corona. Sebagai contoh ada orang terlihat sehat tetapi setelah di rapid dan swab ternyata positif Covid-19.

“Jika tidak dilakukan pencegahan akan menyebar ke orang lain. Dan keliru jika ada yang mengatakan rapid dan swab test tidak berguna,” tegasnya.

Kapolresta Denpasar lantas mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, serta melakukan deteksi dini agar mengetahui lebih awal penyakitnya sehingga dapat dilakukan tindakan.

Sementara dokter Klinik Bhayangkara Polresta Denpasar dr. Saras saat dikonfirmasi mengatakan, di tengah pandemi saat ini dalam mendiagnosa guna memastikan seseorang terinfeksi Covid hanya melalui swab (RT-PCR).

“Untuk pelaksanaan rapid test masih dilakukan karena hasilnya bisa lebih cepat dibaca,” tuturnya.

Dirinya juga menyampikan, jika ke depannya nanti ada teknik pemeriksaan yang lebih efektif dan efisien pasti pemerintah akan memberlakukan hal itu.

BACA JUGA:  Paparkan Progres Pembangunan Badung, Bupati Giri Prasta Pastikan Program Kesejahteraan Masyarakat Tetap Jalan

“Apapun yang dilakukan pemerintah dan tenaga medis kita saat ini tujuannya hanya satu, bagaimana mengatasi pandemi segera berakhir,” ucapnya.

“Semua sudah lelah, tenaga kesehatan juga sudah banyak yang jadi korban, kalau kawan-kawan yang melakukan aksinya punya cara lebih baik dari apa yang dilakukan pemerintah silahkan bantu kami, tapi kalau hanya protes tanpa menawarkan solusi, tidak usah mencari panggung dengan memanfaatkan situasi pandemi ini,” tegasnya. (agw)