Wujudkan Pilkada Aman dan Berkualitas, KPU Bali Siap Bergandeng Tangan dengan SMSI

Pengurus SMSI Bali saat beraudiensi dengan Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, Senin (27/7/2020). (FOTO ; Sas/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Bali mengajak semua insan pers yang bernaung di bawah organisasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali mengawal jalannya Pilkada serentak di Pulau Dewata yang akan digelar pada Desember mendatang. Itu dilakukan, guna menciptakan Pemilu yang kondusif dan aman.

Harapan itu disampaikan Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan saat menerima pengurus SMSI Bali yang diketuai Emanuel “Edo” Dewata Oja saat beraudiensi ke KPU Bali, di Denpasar, Senin (27/7/2020).  Turut hadir mendampingi Ketua SMSI Bali, Wakil Ketua Bidang Organisasi Dewa Suta Sastradhinata, Wakil Ketua Bidang Kelembagaan Joko Purnomo, Sekretaris Arif Wibisono, dan pengurus SMSI Bali lainnya.

Dikatakan Lidartawan, dalam demokrasi dan sejarah bangsa ini, peran media masa dan insan pers sangat penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat yang berupa kebenaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, pada pilkada sebelum-sebelumnya selalu ada saja pemicu terjadi konflik antarpendukung kandidat.

“Biasanya baliho atau alat peraga kampanye dicoret, dirusak dan sebagainya sehingga terjadi gesekan-gesekan, saya tidak ingin nanti ini terjadi,” ujarnya.

Lidartawan yang pernah dua periode menjabat Ketua KPU Kabupaten Bangli ini, berpendapat meminimalisir gesekan antarpendukung, maka pemicunya harus dihilangkan. Maka satu-satunya cara adalah meniadakan pemasangan APK di tempat-tempat umum dan sebagai gantinya kampanye dilakukan melalui platform digital.

Dalam konteks ini, sebut Lidartawan, maka media online karena sifatnya berbasis digital sangat berperan penting mengakomodasi kepentingan dan keinginan kandidat dalam menyampaikan visi misinya. Sehingga dengan menyampaikan visi misi melalui media online, maka Pilkada Serentak 2020 di Bali tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

BACA JUGA:  Masyarakat Diminta Waspada Terhadap Berita Hoax dan Penipuan

Bak gayung bersambut, Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja menyatakan dukungannya jika pola komunikasi kandidat maupun kegiatan KPU dilakukan secara online.  Pria yang akrab disapa Edo ini juga menekankan, sosialisasi resmi dilakukan melalui media mainstream online bukan media sosial.

“Kalau melalui media resmi, pembelaannya jelas karena media dipayungi oleh UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, kalau di medsos, ibarat masuk hutan belantara,” jelas Edo.

Menurut Edo, saat ini di Bali terdapat lebih dari 500 media online. Sementara yang bernaung di bawah SMSI Bali ada 25 media online yang memenuhi persyaratan regulasi (legal) dari Dewan Pers. Dan SMSI sendiri menjadi salah satu organisasi media online yang sudah tercatat menjadi konstituen Dewan Pers. (sas)