Aset Rampasan Negara di Nusa Penida Dilirik Bupati Suwirta

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama kejaksaan meninjau bidang tanah rampasan negara di Nusa Penida.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Pemkab Klungkung melirik dua bidang tanah mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra yang dirampas negara atas kasus korupsi, gratifikasi dan pencucian uang. Dua bidang tanah itu berada di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Agar menjadi aset Pemkab Klungkung, Bupati I Nyoman Suwirta sudah mengajukan surat permohonan ke Kejaksaan Negeri Klungkung.

Dua bidang tanah yang dimaksud berada di Desa Bunga Mekar seluas 90 are dan di Desa Ped sekitar 1,6 hektare. Suwirta bersama Kajari Klungkung Otto Sompotan dan beberapa pejabat terkait sempat meninjau dua bidang tanah itu, Minggu (26/7).

Tanah yang telah menjadi rampasan negara itu tampak ditanami ketela, kelapa dan lainnya. “Kami sudah mohonkan aset-aset ini supaya bisa dikelola pemkab. Akan dimanfaatkan seperti apa? Nanti akan kami pikirkan setelah ada izin dari kejaksaan,” ujar Suwirta.
Dikonfirmasi terpisah, Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra mengakui pemkab sudah memikirkan akan memanfaatkan aset tersebut, jika sudah diserahkan oleh kejaksaan. Bidang tanah di Bunga Mekar akan dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata. Sedangkan tanah di Ped direncanakan untuk kantor UPT Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP). UPT yang sekarang berada di Desa Batununggul dirasa terlalu sempit. “Perlu diperluas karena tidak ada gudang alat berat,” terang Winastra.

Winastra juga mengakui, sejauh ini belum ada informasi dari kejaksaan apakah disetujui atau tidak. “Belum (belum ada kepastian),” ujar Winastra.

Kasi Intelijen Kejari Klungkung I Gusti Ngurah Anom Sukawinata membenarkan ada permohonan dari Bupati Klungkung soal dua bidang tanah rampasan negara di Nusa Penida. Dimohon bersamaan dengan Puri Cempaka, namun beda surat. Untuk kepastiannya masih menunggu dari Kejaksaan Agung. “Apakah disetujui atau tidak, nanti dari Kejaksaan Agung,” ujarnya.

BACA JUGA:  Diamuk Si Jago Merah, Restoran Dream Island Sanur Ludes

Ia menyebutkan, aset rampasan dari Candra di Nusa Penida memang hanya dua bidang. Ia mengakui, saat meninjau lahan tersebut, terdapat beberapa jenis tanaman. Pihak kejaksaan sudah memperingatkan warga agar tidak menanam apapun di sana. “Itu barang rampasan. Harus kosong. Kami sudah ingatkan agar tidak menanam apapun di sana,” kata Anom Sukawinata. (tim)