Selama Sembunyi di Bali, Buronan Interpol ini Produksi Film Porno

Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose saat ekspose penangkapan buronan Interpol. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Pria asing warga Amerika Serikat bernama Beam Marcus (50) yang menjadi buronan Interpol atas kasus kejahatan keuangan di Amerika Serikat ditangkap Polda Bali.

“Selama di Bali dari bulan Januari 2020, yang bersangkutan sering berpindah tempat. Kurang lebih ada tujuh kali dia pindah, dan selalu memakai identitas palsu,” beber Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose saat ekspose penangkapan buronan Interpol, Jumat (24/7/2020) di Mapolda Bali.

Selama dalam persembunyian di Bali, pria kelahiran Wisconsin, USA, 23 Juli 1970 yang tersangkut kasus investasi keuangan ini memproduksi film porno.

Dijelaskan oleh Kapolda, selain menjadi sutradara, dalam pembuatan film bokep tersebut Beam Marcus yang kabur ke Indonesia dengan menggunakan identitas dan pasport palsu ini juga menjadi pemeran.

“Dia membuat film porno untuk mencari uang. Dan filmnya ada di situs-situs internet. Kira-kira itu yang dilakukan selama di Bali,” terang Irjen Golose.

Dalam penangkapan, polisi menemukan barang bukti seperti 14 buah sex toys, handphone, pisau lipat, pasport dan berbagai barang elektronik.

Beam Marcus ditangkap anggota Ditreskrimum Polda Bali bersama Satgas CTOC Polda Bali di sebuah villa di kawasan Badung, Kamis (23/7/2020) malam berdasarkan red notice dari Interpol.

Dia diburu Interpol atas kasus investasi keuangan di Amerika Serikat. Modus yang dilakukan pelaku yakni sebagai manager investasi.

Setelah terkumpul, uang sebesar 500.000 dollar Amerika Serikat atau lebih dari Rp7 triliun tersebut digunakan untuk kepentingannya sendiri.

Pelaku kemudian ditangkap polisi setempat. Ia tidak ditahan lantaran ada jaminan dari pengacaranya. Namun pada saat kasusnya masuk ke persidangan, ia kabur ke Indonesia.

Agar lolos dari pemeriksaan petugas di bandara, ia menggunakan identitas dan pasport palsu.

“Tindak lanjut dari keberhasilan ini adalah akan dilakukan koordinasi dengan Divhubinter Mabes Polri dan Atase Kepolisian Washington DC (Atpol WDC),” kata Kapolda.

“Hal ini juga didasari dengan adanya hubungan baik police to police corporation antara Polri dengan U.S Marshals Service (USMS). Polri khususnya Polda Bali, akan terus berkomitmen untuk selalu menjaga hubungan baik dengan Kepolisian U.S Marshals Service (USMS),” tegasnya. (agw)