Sebabkan Kerusakan Gardu PT Indonesia Power, Pemain Layangan Hanya Dikenakan Wajib Lapor

Dewa Ketut Sunardiya beserta tali serta serpihan layangan miliknya saat diamankan ke kantor polisi. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kendati ditetapkan sebagai tersangka, Dewa Ketut Sunardiya (50) pemilik layang-layang jatuh hingga menyebabkan kerusakan gardu milik PT Indonesia Power hanya dikenakan wajib lapor.

“Proses hukum masih berjalan, saat ini yang bersangkutan wajib lapor,” kata Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2020).

Ketika ditanya alasan tersangka tidak dilakukan penahanan, padahal ia dianggap melanggar Pasal 188 KUHP sub Pasal 409 KUHP (1) dengan ancaman pidana penjara paling 5 tahun, Kompol Nyoman Wirajaya tidak menjawab.

Sebelumnya, Dewa Ketut Sunardiya ditangkap polisi karena layangan berukuran besar miliknya jatuh mengenai bus bar 150 kiloVolt (kV) Gardu Induk (GI) Pesanggaran, Denpasar Selatan.

Akibatnya, listrik di wilayah Kuta, Denpasar Selatan, dan Denpasar Timur padam kurang lebih selama 5 jam.

“Gardu tersebut terbakar bersama layangan serta mengakibatkan korsleting listrik,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Senin (20/7/2020) di Mapolsek Denpasar Selatan.

Saat diperiksa, pelaku mengaku awalnya ia bersama anak angkatnya menerbangkan layang-layang jenis bebean di sebuah tanah kosong dekat rumahnya Jalan Pelabuhan Benoa, Gang Raja Wali No 10 X, Pesanggaran, Denpasar Selatan, Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 16.25 Wita.

Setelah layangan berukuran besar tersebut berhasil diterbangkan dengan panjang tali kurang lebih 150 meter, pelaku mengikat tali layangan di pohon singapur dan ditinggal pulang.

Dalam kejadian ini, pihak PT PLN menyatakan mengalami kerugian puluhan juta rupiah. (agw)

BACA JUGA:  Update Covid-19, Pasien Sembuh di Denpasar Bertambah 85 Orang, Meninggal Dunia 1