Datangi Kejati, Mantan Kepala BPN Denpasar Serahkan Aset Kebun Karet Seluas 250 Hektar

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Erbagtyo Rohan. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Kejaksaan Tinggi Bali terus mengusut kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan eks Kepala Badan Pertanahan Badung dan Denpasar, Tri Nugroho. Bahkan aset-aset milik Tri Nugroho hadil dari perkara tersebut terus dilucuti.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Erbagtyo Rohan mengatakan bahwa pihaknya serius menuntaskan kasus ini. Ia berjanji untuk terus mengumpulkan barang bukti. Sehingga kasus ini bisa segera diadili.

“Kami konsen segera menuntaskan kasus ini. Kami akan memaksimalkan untuk bisa mendapatkan bukti-bukti dan segera pemeberkasan dan limpahkan ke pengadilan,” katanya di Kantor Kejati Bali, Rabu (22/7/2020).

Sementara Wakil Kejaksaan Tinggi (Waka Jati) Bali, Asep Maryoto menambahkan, untuk menuntaskan kasus ini pihaknya mengirim tim ke kota-kota di luar Bali seperti Jakarta, Bandung, dan Malang. Hal tersebut untuk menelusuri aset-aset yang dimiliki TN.

“Tidak apa berlama sedikit tapi tuntas TPPU-nya. Kami menurunkan tim ke berbagai daerah untuk mencari aset yang bersngkutan,” ungkapnya.

Sejauh ini Kejati Bali telah menyita 12 unit kendaraan milik TN. Kemudian aset tanah di 14 lokasi yang berbeda di Bali. Bahkan, ada aset seluas 250 hektare tanah perkebunan karet yang akan diserahkan ke Kejati Bali di Lubuk Linggau yang diserahkan langsung oleh Tri Nugaraha.

“Kami harus cek keberadaan tanah tersebut. Diharapkan besok pagi bisa kami dapatkan surat lengkapnya,” katanya.

Sementara ditanya soal modus yang dilakukan oleh Tri Nugraha, Waka Jadi enggan membeberkannya dengan alasan sudah masuk ke ranah penyidikan. “Kalau soal modusnya bagaimana, kami belum bisa ungkap karena sudah masuk pada ranah penyidikan,” pungkas Asep. (sar)

BACA JUGA:  Ada Tersangka Lain, Berkas Kasus Oknum Polisi Diduga Peras Cewek Michat Belum Dilimpahkan ke Pengadilan