Layang-layang Berukuran Raksasa Timpa Gardu Listrik, Polisi Tangkap Pemiliknya

Polisi menunjukkan alat milik PLN yang rusak akibat layangan. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Layang-layang berukuran raksasar/ besar jatuh tepat di Bus Bar 150 kiloVolt (kV) Gardu Induk (GI) Pesanggaran, Denpasar Selatan. Kondisi ini menyebabkan listrik di wilayah Kuta, Denpasar Selatan dan Denpasar Timur padam.

“Gardu tersebut terbakar bersama layangan serta mengakibatkan korsleting listrik,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Senin (20/7/2020) di Mapolsek Denpasar Selatan.

Dalam kasus ini aparat kepolisian mengamankan pemilik layang-layang bernama Dewa Ketut Sunardiya (50) tak lama setelah layang-layang terjatuh dan mengakibatkan gardu listrik terbakar.

Saat diperiksa pelaku mengaku awalnya ia bersama anak angkatnya menerbangkan layang-layang jenis bebean di sebuah tanah kosong dekat rumahnya, Jalan Pelabuhan Benoa, Gang Raja Wali No 10 X, Pesanggaran, Denpasar Selatan, pada Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 16.25 Wita.

“Setelah layangan berukuran besar tersebut berhasil diterbangkan dengan panjang tali kurang lebih 150 meter, pelaku mengikat tali layangan di pohon Singapur dan ditinggal pulang,” beber Kapolresta.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 188 KUHP sub Pasal 409 KUHP (1) dengan ancaman pidana penjara paling 5 tahun karena kesalahannya menyebabkan kebakaran, peletusan atau banjir yang mendatangkan bahaya bagi orang dan barang.

“Kami melakukan tindakan ini untuk memberikan efek jera. Kami tidak melarang masyarakat bermain layang-layang, tetapi mohon diperhatikan agar tidak merugikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolresta berpesan kepada masyarakat agar saat bermain layang-layang memperhatikan lokasi dan panjang tali layangan sehingga tidak membahayakan orang lain maupun fasilitas umum. (agw)