380 Peserta Ikuti Lomba Layangan Virtual, Wagub Cok Ace: 11 September Bali Dibuka untuk Wisman

Wagub Cok Ace saat membuka lomba layangan virtual di Sanur. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) membuka lomba layangan virtual yang diikuti 380 peserta yang juga dari Lombok dan Sulawesi.

Lomba layangan season 2.0 celepuk vs kupu-kupu di Sanur, Minggu (12/7/2020), diapresiasi  Wagub Cok Ace yang mengatakan ide kreatif penggagas lomba layang-layang virtual yang digelar di tengah pandemi Covid-19 ini sangat baik.

“Selain mengakomodir aspirasi dan penyaluran hobi para rare angon (sebutan bagi pemain layang-layang), kegiatan ini menjadi momentum yang baik bagi dunia pariwisata untuk mulai bangkit dari keterpurukan,” sebutnya.

Guru besar ISI Denpasar ini berharap, event semacam ini dijadikan momentum untuk menunjukkan pada dunia bahwa Bali telah siap memasuki Tatanan Kehidupan Era Baru dengan menerapkan protokol kesehatan pada berbagai sektor, termasuk pariwisata.

Ia berharap, ketatnya protokol kesehatan yang diterapkan di objek wisata dan sarana akomodasi terus diunggah di media sosial sehingga dunia luar tahu bahwa Bali sangat konsen terhadap penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Mari kita tunjukkan pada dunia luar bahwa Bali dengan pesona keindahan alamnya siap menerima wisatawan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar penglingsir Puri Ubud ini.

Lebih dari itu, kegiatan yang melibatkan peserta dari luar daerah ini diharapkan menjadi media untuk membangun jejaring antar destinasi.

Masih dalam sambutannya, penggemar mobil antik ini menginformasikan bahwa Pemprov Bali secara resmi telah mencanangkan diberlakukannya Tatanan Kehidupan Era Baru yang produktif dan aman Covid-19.

Skema tatanan kehidupan era baru ini dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama dimulai pada tanggal 9 Juli 2020 untuk aktivitas lokal, lanjut pada 31 Juli 2020 untuk wisatawan domestik dan pada 11 September 2020, Bali akan dibuka bagi wisatawan manca negara (wisman).

BACA JUGA:  Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Denpasar Melonjak, Sembuh 26 Orang, Positif 21

“Khusus untuk aktivitas lokal, seringkali asumsi kita hanya pada kegiatan ekonomi seperti pasar dan UMKM, padahal aktivitas lokal yang dimaksud dalam skema ini juga termasuk sektor pariwisata dengan sasaran masyarakat lokal Bali,” terangnya.

Menurut Cok Ace, potensi wisatawan lokal sejatinya tak kalah dengan wisatatawan nusantara yang datang dari luar Bali dan manca negara. “Baru-baru ini, kawasan wisata Kintamani dipadati masyarakat lokal yang sudah sangat ingin berwisata,” sebutnya.

Selama ini, tambah Cok Ace, potensi wisatawan lokal cenderung terabaikan dan pelaku pariwisata cenderung lebih fokus pada wisatawan nusantara dan manca negara.

“Sambil menunggu kedatangan wisatawan nusantara dan mancanegara, potensi wisatawan lokal harus menjadi perhatian untuk kita garap di tengah situasi pandemi yang belum sepenuhnya berakhir. Istilahnya deglobalisasi, dari kita dan untuk kita,” urainya.

Apresiasi terhadap kegiatan ini juga diutarakan oleh Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang menyampaikan sambutan secara daring.

Ia salut dengan kreativitas yang ditunjukkan penggagas lomba layangan virtual ini. Menurutnya, penyelenggaraan lomba layang-layang ini menjadi media bagi para rare angon untuk mengembangkan kreasi.

“Meskipun kita masih harus berjuang melawan pandemi, kreativitas tak boleh mati,” pungkasnya. (ist)