SMSI Bali Perkuat Barisan dan Berkomitmen Tak Rekrut Media Abal-abal

Rapat Pengurus dan konsolidasi SMSI Provinsi Bali, Jumat (11/10/2020. (FOTO: ist)

Beritabalionline.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali terus menguatkan barisan. Penguatan dimulai  dari pembentukan struktur kepengurusan hingga keberadaan media online yang akan bergabung dalam organisasi media siber konstituen Dewan Pers itu.

Ketua SMSI Provinsi Bali, Emanuel “Edo” Dewata Oja, dalam rapat di hadapan pengurus  dan pemilik media online di Kantor SMSI Provinsi Bali kawasan Kantor PWI Bali, Lumintang, Denpasar, Jumat (11/10/2020), mengatakan,  SMSI disahkan menjadi konstituen Dewan Pers, bersamaan waktunya dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) pada 23 Mei 2020 lalu, melalui Surat Keputusan Dewan Pers Nomor: 22/SK-DP/V/2020 tertanggal 30 Mei 2020.

“Selain menjadi organisasi konstituen Dewan Pers, SMSI juga mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjadi kepanjangan tangan Dewan Pers, dalam mewujudkan kemerdekaan dan kemandirian perusahaan pers di Indonesia. Salah satu fungsi praktisnya nanti adalah SMSI Provinsi melakukan verifikasi administrasi dan faktual terhadap Media Online di Bali, khususnya yang tergabung dalam Organisasi SMSI,” katanya seperti dilansir balifactualnews.com.

Dalam rapat tersebut, advokasi media siber menjadi  hal yang paling penting dibahas. Karena itu, Rapat memutuskan menunjuk Ketut Joni Suwirya dari wartabalicom sebagai Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Media. Tugas utamanya adalah melakukan pembelaan dan atau pendampingan terhadap media online anggota SMSI Bali yang tersandung persoalan hukum.

Terkait hal ini, Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja menegaskan, pihaknya tidak akan membiarkan anggota SMSI yang berurusan dengan hukum berjalan sendiri.

“Pengurus SMSI siap mendampingi teeman-teman yang beurusan dengan masalah hukum. Saya tidak akan membiarkan satu pun anggota SMSI yang kena masalah hukum dibiarkan berjalan sendiri. SMSI akan damping,’ tegas Edo.

BACA JUGA:  Putri Koster Ajak Masyarakat Bali Perangi Stunting

Selain memilih Wakil Ketua Bidang Advokasi, dalam rapat tersebut juga dilakukan perubahan struktur sesuai arahan Pengurus Pusat SMSI. Maka ditunjuklah Arif Wibisono dari Patrolipost.com menjabat sebagai Sekretaris, menggantikan sekretaris sebelumnya yakni Supriono yang digeser menjadi Wakil ketua Bidang Pengembangan Usaha.

“Untuk struktur ketua, sekretaris dan bendahara mutlak harus dari media yang berbadan hukum dan sebaiknya telah verifikasi faktual dan administrasi,” tambah Edo.

Menurut Edo,  advokasi media siber memiliki peran penting dalam menengahi persoalan atau pembelaan  yang menimpa anggota media online di bawah  naungan SMSI.

“Intinya SMSI hadir untuk saling menguatkan dan tidak saling meninggalkan anggotanya. Bergerak bersama dalam meredam kehadiran media yang abal-abal,” ucapnya

Hadir dalam rapat tersebut Penasihat SMSI Bali sekaligus Ketua PWI Bali,  IGM Dwikora Putra, Wakil Ketua Bidang Organisasi SMSI Bali Dewa Suta Sastradhinata, serta Wakil Ketua SMSI Bali lainnya, Djoko Purnomo.

Pada kesempatan itu, Ketua PWI Bali, IGM Dwikora Putra, menyarankan agar SMSI Bali tidak merekrut anggota  dari  media yang abal-abal alias tidak memiliki badan hukum yang jelas. “Media  online yang menjadi anggota SMSI harus berbadan hukum, memiliki struktur kepengurusan dan alamat yang jelas,” ucap  Dwikora Putra  yang juga Pemred Harian Umum Warta Bali itu.

Sebagai  Penasihat SMSI Bali, Dwikora mendesak agar pengurus SMSI Bali yang sudah terbentuk  semakin gencar  mensosialisasikan  ke bawah.

“Segera  adakan road show dengan melakukan audiensi ke lembaga pemerintahan maupun  lembaga  swasta lainnya. Ini penting  dan harus segera dilakukan untuk mengenalkan  keberadaan SMSI  sebagai orgnisasi media siber  yang sudah menjadi kepanjangan tangan  Dewan Pers, selain PWI dan 8 organisasi lainnya,” pungkas Dwikora Putra. (ist)