Otoritas Bandara Ngurah Rai Ingatkan “Ancaman” Layang-layang

Seorang petugas keamanan Bandara Ngurah Rai mengamankan sebuah layang-layang. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Kawasan udara sekitar bandar udara merupakan kawasan yang diharuskan steril terhadap benda asing di udara seperti layang-layang, balon udara, drone, dan permainan sejenis.

“Drone dan layang-layang dapat tersedot mesin jet, sedangkan tali atau benangnya dapat melilit badan pesawat atau baling-baling pesawat yang lebih kecil. Tentunya semua ini sangat membahayakan bagi keselamatan penerbangan,” tutur General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado, Kamis (9/7/2020) di Badung.

Terkait hal itu manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, bersama sejumlah instansi anggota komunitas bandar udara melakukan sosialisasi ke sejumlah perangkat Desa Kelan yang merupakan desa adat penyangga Bandar Udara Ngurah Rai.

Sosialisasi bersama Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, TNI AU, Kepolisian Sektor Kawasan Udara I Gusti Ngurah Rai, dan AirNav ini merupakan kelanjutan dari program sosialisasi kampanye keselamatan penerbangan kepada masyarakat sekitar bandar udara.

“Sebelumnya juga dilakukan kegiatan yang sama di Kantor Kecamatan Kuta Selatan dan Kantor Kecamatan Kuta, yang membawahi administrasi sejumlah desa adat penyangga bandar udara,” jelasnya.

Menurut Herry, pengetahuan dan pemahaman dari masyarakat, terutama yang bertempat tinggal di kawasan sekitar bandar udara terhadap keselamatan penerbangan sangatlah diperlukan.

“Keselamatan penerbangan itu bukan semata-mata hanya tanggungjawab pengelola bandar udara saja, tetapi peran masyarakat juga sangat diperlukan. Maka dari itu, sosialisasi semacam ini, yang menyasar langsung ke warga masyarakat, sangatlah diperlukan,” paparnya.

Herry lantas mengungkap bahwa selama bulan Juni 2020 terdapat 5 laporan insiden layang-layang yang jatuh di area sisi udara Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

BACA JUGA:  Sasar Mall hingga Angkringan, Petugas Minta Pelaku Usaha Batasi Jumlah Pengunjung

“Layang-layang yang diterbangkan di sekitar bandar udara yang termasuk Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) tersebut terjatuh di sejumlah titik di area sisi udara, yaitu di area runway, taxiway, runway shoulder, dan apron,” bebernya.

Ditambahkan, sesuai pasal 421 UU No. 1 Tahun 2009 jelas diatur bahwa bagi pelanggar dapat dikenakan pidana kurungan selama 3 tahun atau denda sebesar Rp1 miliar rupiah.

“Aparat yang berwenang akan melakukan patroli rutin ke wilayah sekitar bandar udara untuk melakukan penertiban layang-layang yang masih diterbangkan di sekitar area KKOP. Kami tekankan sekali lagi, bahwa keselamatan penerbangan itu tanggung jawab kita bersama,” ucap Herry. (agw)