Bupati Mahayastra: Siswa Tercecer di Gianyar Dipastikan Tertampung

Bupati Gianyar Made Mahayastra, panggil kepala sekolah SMA Negeri se-Kabupaten Gianyar. (foto: ist)

Beritabalionline.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan Adanya sejumlah siswa tak mendapat SMA karena masalah kriteria dalam zonasi dan kekurangan rombongan belajar (rombel) akan mendapatkan sekolah.

“Dengan pengajuan penambahan rombel, semua siswa akan tertampung dengan catatan siswa yang sudah diterima dan mendapatkan sekolah tidak boleh ada exsodus ke sekolah lain,” tegas Mahayastra usai pertemuan dengan Kepala Sekolah SMA Negeri se-Kabupaten Gianyar baru – baru ini.

Ia menjelaskan, kekurangan rombel sudah terjadi dari tahun lalu dan selalu dikomunikasikan dengan Gubenur Bali. Tahun lalu telah dilakukan penambahan pada rombel belajar di SMA Negeri 1 Gianyar, Blahbatuh, Sukawati dan Ubud, “Setiap tahun jumlah tamatan siswa makin banyak sehingga tahun ini pun kekurangan rombel lagi dan telah diajukan untuk penambahan rombel,”jelasnya.

Tercecernya calon siswa SMA itu, lanjutnya, harus ditangani dan bergerak cepat dan atas perintah Gubernur Bali. “Saya undang seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) SMA negeri di Gianyar. Saya sudah telepon Kadisdik Bali, beliau sudah setuju,”  sambungnya.

Mengenai jumlah siswa yang tercecer, Mahayastra mengaku cukup banyak. Hanya saja tidak disebutkan secara detail. “Di Dosman alias SMA Negeri 1 saja ada 60 siswa yang tercecer. Sehingga secara teknis ini clear. Tidak ada siswa yang tidak dapat sekolah,” jelasnya.

Dengan penambahan rombel di 4 SMA negeri ini, Mahayastra memberikan catatan. Bahwa yang bisa tertampung hanya calon peserta didik yang tercecer. Sedangkan, calon siswa yang sudah terdaftar di SMA/SMK, baik negeri maupun swasta dilarang melakukan eksodus atau perpindahan.

“Pertama tidak boleh terjadi eksodus siswa yang telah diterima di sekolah negeri maupun SMK. Kedua, tidak boleh terjadi eksodus siswa yang telah diterima di sekolah swasta, diterima kembali di 4 SMA negeri ini. Hal ini sudah prinsip dan disepakati untuk diajukan ke Gubernur,” ungkap pria asal Kecamatan Payangan ini.

BACA JUGA:  Kapolri Launching SIM Online, Permudah Masyarakat di Masa Pandemi

Hanya saja, berapa rombel penambahan per sekolah pihaknya mengaku akan dibahas lebih detail. ” Mereka (Kepsek) akan dipanggil. Datanya sudah jelas, tapi saya tidak boleh deklair. Jadi, bagi yang tidak dapat sekolah sampai hari ini, semuanya akan tertampung. Sedangkan siswa yang sudah diterima di sekolah lain, tidak boleh,” tegasnya.

Sementara Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Gianyar, I Wayan Gabra, mengatakan, tunduk pada kebijakan pimpinan. ” Apapun kebijakan pimpinan kami siap lakukan apapun itu, sepanjang sesuai dengan regulasi. Kami tunduk apa yang jadi kebijakan,” imbuhnya. (yes)