Rai Mantra: Kasus Positif Covid-19 di Denpasar, 65,77 Persen dari OTG

Wali Kota IB Rai Mantra.

Beritabalionline.com – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar hingga kini tercatat sedikitnya 715 orang. Dari kasus positif  tersebut, 65,77 persen dari OTG (Orang Tanpa Gejala) sementara 12 orang meninggal dunia, 271 orang sembuh dan 432 orang masih dalam perawatan.

Menyikapi kondisi ini, Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharnawijaya Mantra di sela kegiatannya di Denpasar, Selasa (7/7/2020) menjelaskan, masyarakat diminta jangan panik dan tetap menjaga disiplin protokol kesehatan dengan melihat angka kasus positif  di Kota Denpasar.

“Ini merupakan upaya kerja serius dari  gugus tugas dalam pemilahan  warga dan untuk percepatan penanganan saat penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru mulai 9 Juli mendatang. Tracing agresif yang disertai testing masif serta isolasi atau karantina akan terus digencarkan serta penerapan disiplin protokol kesehatan,” jelasnya.

Menurut Rai Mantra, semakin tinggi kasus, itu artinya semakin banyak kasus yang ditemukan di masyarakat, sehingga dapat mengurangi potensi penularannya, juga dapat sesegera mungkin memisahkan antara yang terpapar Covid-19 dan yang sehat dapat beraktifitas dan aman Covid.

“Artinya, tidak merugikan satu sama lainnya, terutama dalam menjalankan aktifitas ekonominya,” ujar Rai Mantra yang juga selaku Ketua GTPP Covid-19 Kota Denpasar.

Rai Mantra yang didampingi Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai menjelaskan, secara logika jika penyebaran kasus sudah dideteksi atau   dapat dikendalikan, maka upaya pencegahan penularannya dapat dioptimalkan sehingga meningkatnya jumlah angka kasus melalui tracing dan testing secara masif berhasil menemukan kasus Covid-19 di masyarakat.

“Upaya ini dapat melindungi warga Denpasar dengan mengurangi angka penularannya di masyarakat. Penularan ini juga tergantung dari tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” tambah Walikota.

BACA JUGA:  Cegah Kejahatan, Polisi Gelar Patroli di Pusat Perbelanjaan

“Coba bayangkan, bagaimana kalau tidak ditemukan kasusnya. Itu akan menjadi efek bola salju suatu saat nanti. Hal ini yang harus kita hindari. Pemerintah dan masyarakat wajib bekerjasama untuk mencegah meluasnya Covid-19. Di samping itu pula penyebaran ini ditemukan paling banyak pada klaster pasar, pelaku perjalanan dalam negeri dan rumah tangga,” tuturnya lagi.

Dengan dilakukan test dan tracking dari klaster,  penularannya dapat ditekan sampai saat ini. Klaster ditimbulkan dari mobilisasi logistik dari luar pulau yang  tidak  terdeteksi dalam pengawasan,” kata Rai Mantra.

Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, lanjut Rai Mantra adalah untuk mendukung percepatan penanganan dan pencegahan. Semua upaya ini dilakukan untuk melindungi warga Kota Denpasar dalam menjaga kesehatan dan produktifitas warga kota, juga merupakan sebuah standar baru dalam memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Masyarakat akan dihadapkan dengan berbagai kebiasaan baru yang secara disiplin diterapkan. Sampai saat Pemkot Denpasar sudah melakukan tes swab berbasis PCR sebanyak 3559 orang dan tes rapid sebanyak 13.634 orang,” tutup Rai Mantra.  (Ist)