Kasus Narkotika di Denpasar Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Barang bukti narkoba yang diamankan polisi dari para pelaku. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Pandemi Covid-19 bukannya membuat peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Denpasar menjadi berkurang, namun malah sebaliknya mengalami peningkatan secara signifikan. Ini terlihat saat Sat Resnarkoba Polresta Denpasar membekuk 26 pelaku kasus narkoba.

“Walaupun tempat hiburan banyak ditutup, namun trend penyalahgunaan narkotika masih tinggi. Mereka menggunakan barang terlarang tersebut di rumah, dan ada pula di tempat kos,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Kamis (2/7/2020) di Mapolresta Denpasar.

Kapolresta mengatakan, selama bulan Juni, pihaknya mengamankan berbagai jenis narkoba seperti sabu seberat 371,19 gram, ekstasi 125 butir, ganja 439,31 gram, tembakau gorila 12,21 gram, serbuk ekstasi 12,38 gram dan cairan narkoba 2 botol.

Sedangkan ke 26 orang pelaku yang ditangkap ada yang menjadi bandar, kurir dan tukang tempel. Para tersangka belum ada yang pernah berurusan dengan aparat penegak hukum.

“Mereka tidak ada yang residivis, baru pertama kali ditangkap,” ucap Kapolresta didampingi Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat.

Terkait motif, mantan Wadir Krimsus Polda Papua Barat ini mengungkap jika selain faktor ekonomi, sebagaian pelaku merupakan sindikat jaringan peredaran narkoba.

“Kita tetap akan berusaha, dan berupaya serta memastikan bahwa Bali harus zero narkoba,” tegasnya.

Para tersangka yang semuanya berjenis kelamin laki-laki ini dijerat pasal tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun. (agw)

BACA JUGA:  Permintaan Kuasa Hukum Jerinx Soal Pergantian Majelis Hakim Ditolak PN Denpasar