TMMD Buat Jalan Penyambung Dua Desa, Anggarannya 1,9 M

Pembukaan TMMD ke-108 di Kodim 1616 Gianyar.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke -108 di Kabupaten Gianyar akan membuka jalan yang menghubungkan Desa Buahan Kaja dengan Desa Kerta di Kecamatan Payangan. Untuk kegiatan tersebut, Pemkab Gianyar gelontorkan dana sebesar Rp 1,9 miliar.

Dandim 1616/Gianyar Letkol Inf Frandi Siboro menjelaskan TMMD ini akan berlangsung selama 30 hari kedepan. Dalam rangka membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, melaksanakan serbuan territorial, mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dan memelihara serta meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Sasaran fisik, akan dibuka jalan sepanjang 2.359 meter dengan lebar 8 meter. Pembuatan bought deckker, pemasangan box culvert dan pembuatan saluran beton sikluf panjang 100 meter,” jelasnya.

Sedangkan kegiatan non fisik, akan dilakukan di tingkat dusun berupa kegiatan penyuluhan kesadaran wawasan kebangsaan dan bela negara, penanggulanan bencana alam/Covid-19, penyuluhan bidang pertanian, perkebunan, hukum dan kamtibmas, penyuluhan anti narkoba, pariwisata, peternakan, agama, serta gerakan hidup bersih. Selama kegiatan ini, Kodim 1616/Gianyar mengerahkan sekitar 150 personel selama proses pengerjaan. Seperti TMMD biasanya, selama pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan warga sekitar.

Dikatakan, pembangunan badan jalan ini sudah sejak lama menjadi harapan masyarakat desa setempat. Sehingga warga yang punya lahan, merelakan untuk dijadikan akses jalan. Selain jalan juga akan langsung dibangun jembatan sepannjang 10 meter. Proses pengerjaan nanti dilakukan dari dua arah.

“Nanti dikerjakan dari dua arah, karena disana ada sungai, jadi nanti titik temunya di sungai. Penghubungnya kami buatkan jembatan sepanjang 10 meter,” ujarnya.

Kapendam IX Udayana, Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P. berharap TMMD ke-108 di Kecamatan Payangan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat, terutama dalam mempercepat akses transportasi. ” Yang jelas, kegiatan ini tidak lepas dari upaya mengatasi kesulitan masyarakat, seperti pembukaan jalan, ” imbuhnya.

BACA JUGA:  Ny Putri Koster Sumbang Beras untuk Warga Terdampak Covid-19 di Desa Kendran

Sementara itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra pada pembukaan TMMD yang berlangsung di aula Kodim 1616 Gianyar, Selasa (30/6/2020) mengatakan mengalokasikan anggaran cukup besar, yaitu Rp 1,9 miliar.

Dana besar tersebut dialokasikan untuk membuat jalan hotmix. “Tidak saja untuk pengerasan, juga hotmix. Sehingga akan terbuka potensi untuk pertumbuhan vila, restoran baru di sana,” sambungnya.

Mahayastra juga meminta agar lebar jalan yang dibuka bisa mencapai 7 sampai 8 meter sehingga ke depan lebih mudah dalam pengembangan akomodasi penunjang pariwisata, vila maupun restoran. Jika jalan sempit,  lalu di kemudian hari pariwisata menggeliat, dikhawatirkan akan sulit membujuk pemilik lahan.

“Dandim sudah janji, saatnya sekarang di-clear-kan. Sekalian buat jalan besar, karena jika setelah berkembang baru diperlebar, biayanya tinggi. Masyarakat atau pemilik lahan bisa minta ganti rugi. Bisa sulit,” imbuhnya.

Ia mengaku, jalan penghubung Desa Buahan Kaja dan Desa Kerta ini akan berdampak positif terhadap perkembangan pariwisata maupun ekonomi masyarakat sekitarnya.

“Saya yakin, setelah dibuka jalan, wilayah tersebut akan memiliki nilai ekonomi luar biasa ke depan. Berfungsi untuk banyak hal. Bisa menghubungkan Kebun Raya Kerta dengan destinasi wisata baru di Banjar Pausan Desa Buahan Kaja, yakni danau buatan berupa bendungan. Akan ada juga jembatan ke barat. Jadi yang rasanya kejauhan ke Bedugul, bisa beralih liburan ke Payangan saja,” ucapnya.

Perbekel Kerta Made Gunawan saat pembukaan secara resmi pelaksananaan TMMD di Aula Kodim 1616/Gianyar  mengatakan TMMD sangat dinantikan oleh masyarakat dua desa itu.

“Terpenting bisa mempelnacar jalur transportasi hasil pertanian. Selain itu, sebagai akses buka jalan lingkar kecamatan yang tidak hanya menghubungkan Desa Kerta dengan Buahan Kaja, tapi juga dengan desa-desa lain,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bule Rusia Tersesat saat Mendaki Gunung Sang Hyang

Dalam hal pendidikan, jelas dia, jalan ini akan memperpendek jarak tempuh pelajar SMPN 3 Payangan asal Desa Kerta. “Mendekatkan anak ke sekolah, karena ada dua banjar di desa kami lebih dekat sekolah ke SMPN 3 Payangan di Desa Buahan Kaja,” ujarnya.

Dari segi ekonomi, papar Gunawan, dua desa ini ke depan akan berkolaborasi mengembangkan desa wisata. “Kami sama-sama punya potensi agrowisata, sehingga akan dijadikan paket wisata membangun ekonomi desa,” imbuhnya. (yes/tim)