Perketat Mobilitas dan Cegah Transmisi Lokal, Pemkot Denpasar Siapkan Secreening Berkala

Pasar Kreneng, salah satu pasar tradisional di Kota Denpasar. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Denpasar memang cenderung melejit beberapa mingggu belakangan ini. Kondisi ini tak lepas kaitanya dengan klaster penyebaran baru di pasar tradisional.

Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 secara khusus pada klaster pasar, Pemkot Denpasar bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Kota Denpasar akan mengambil beberapa langkah strategis. Mulai dari pendataan pedagang secara detail, pengetatan mobilitas, pedagang bermobil hingga screening berkala.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai yang dikonfirmasi, Jumat (26/6/2020) menjelaskan bahwa klaster pasar belakangan ini mendominasi penambahan kasus positif di Kota Denpasar. Sehingga diperlukan langkah strategis untuk memastikan keamanan dan kenyamanan berniaga di pasar tradisional, dan pasar rakyat yang bebas Covid-19.

“Kemarin, Bapak Wali Kota Denpasar sebagai Ketua GTPP sudah mengintruksikan untuk segera menerapkan kebijakan, dimana beberapa poin yang diperintahkan adalah pendataan pedagang di setiap pasar, termasuk pasar tumpah dan pasar pelataran sesuai tempat tinggal, pengetatan mobilitas pedagang, pedagang bermobil dan secreening secara berkala,” ujar Dewa Rai

Ditambahkan, saat ini GTPP Covid-19 Kota Denpasar sedang melaksanakan tes masif. Pasar tradisinal sebagai penggerak perekonomian juga menjadi prioritas pelaksanaan tes ini. Sehingga nantinya diharapkan seluruh pedagang pasar di Kota Denpasar sudah melaksanakan secreening, sebagai langkah awal rapid test dan swab tes.

“Nantinya semua pedagang dan elemen pasar lainya seperti pengelola dan juru parkir juga akan di tes secara berkala, selain sebagai upaya mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru, juga merupakan upaya untuk memutus penyebaran Covid-19 di klaster pasar,” jelasnya.

Dewa Rai mengatakan, pasar tradisional harus terus bergerak, proses jual beli harus terus berlangsung. Pemerintah baik pusat maupun daerah sudah memberikan stimulus untuk mendukung daya beli masyarakat. Namun demikian, keamanan dan kenyamanan serta penerapan protokol kesehatan berniaga juga menjadi poin penting untuk diterapkan sehingga bisa produktif dan aman.

BACA JUGA:  Sekda Kota Denpasar Rai Iswara Buka Bimtek Perbekel

“Perekonomian harus tetap bergerak, namun kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas, sehingga secrening awal sebagai bentuk protokol kesehatan berniaga akan menjadi kewajiban bagi seluruh elemen di pasar tradisional, dan ini akan segera diterapkan dalam waktu dekat, termasuk keberadaan pedagang bermobil yang banyak berjualan di dipinggir jalan diminta harus masuk ke pasar pasar terdekat yang masih tersedia tempat berjualan,” ujar Dewa Rai

Adapun dari pelaksanaan kebijakan ini nantinya pedagang pasar di Kota Denpasar akan dilengkapi oleh surat rapid test melalui program tes masal yang digencarkan GTPP, pedagang dan elemen pasar juga akan dilengkapi dengan kartu pengenal yang disertai barcode, sehingga dapat melacak aktvitas pedagang di luar pasar. Selain itu, pedagang dari luar Kota Denpasar akan diwajibkan untuk menunjukan surat keterangan rapid test hasil negatif. (tra)