PLN Bali Sayangkan Pencurian Listrik Masih Terjadi, Tiga Bulan Terakhir Ada 55 Kasus

GM PLN UID Bali Adi Priyanto. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kasus pencurian listrik masih banyak ditemukan. Padahal PLN telah memberi berbagai kemudahan baik untuk pelanggan baru maupun pelanggan yang ingin tambah daya.

“Kalau kami menyebutnya pelanggaran ya, pada bulan Maret ada 30 kasus, April 11 kasus dan bulan Mei 14 kasus,” ucap GM PLN UID Bali Adi Priyanto, Kamis (25/6/2020) di Denpasar.

Adi mengatakan, pihaknya merasa aneh karena masih saja ditemukan kasus tersebut. Padahal, pelaku bisa dipidana dan dikenakan sanksi berupa denda.

Ditambahkan pula, pencurian listrik juga membahayakan keselamatan pelaku dan orang lain.

“Mereka saat melakukan pelanggaran kan tidak memperhatikan keamanan. Sehingga selain membahayakan dirinya sendiri, juga membahayakan keluarganya, bahkan tetangganya,” ucapnya.

Namun demikian lanjut Adi Prayitno yang baru sepekan menjabat sebagai GM PLN UID Bali ini, para pelaku tidak semuanya bersalah, karena sebagian juga merupakan korban.

“Misal gini, ada pelanggan mau tambah daya tapi takut bayar mahal. Saat bersamaan, ada oknum menawarkan tambah daya dengan biaya murah, namun tidak resmi atau ilegal. Itu yang dimaksud korban, meski pelanggan bersalah karena merubah daya secara tidak resmi,” paparnya. (agw)

BACA JUGA:  Wali Kota Jaya Negara Apresiasi Penampilan GKW Sida Gita Karya yang Jadi Duta Kota Denpasar di PKB XLIII