Ibadah Haji 2020 Dibuka Khusus untuk Jemaah yang Tinggal di Arab Saudi

Situasi Mekkah sebelum pandemi Covid-19. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk tetap menggelar ibadah haji 1441 H atau 2020 M. Kendati demikian jemaah yang melaksanakan ibadah haji dibatasi.

“Yang diperbolehkan terbatas untuk warga negara Saudi dan warga negara asing atau ekspatriat yang saat ini sudah berada atau berdomisili di Arab Saudi,” terang Menteri Agama RI Fachrur Razi melalui siaran pers, Rabu (24/6/2020).

Keputusan tersebut dikeluarkan oleh Kerajaan Arab Saudi, Senin (22/6/2020) pukul 21.30 waktu setempat.

“Pembatasan dilakukan karena alasan keselamatan di tengah wabah Covid-19,” papar Menag.

“Atas nama pemerintah, saya selaku Menteri Agama mengapresiasi keputusan Kerajaan Arab Saudi yang mengedepankan keselataman jemaah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M,” lanjutnya.

Menurut Menag, di tengah pandemi Covid keselamatan jemaah patut dikedepankan. Apalagi agama mengajarkan bahwa mencegah kerusakan harus dikedepankan dari meraih kemanfaatan.

“Saat ini berikhtiar menjaga keselamatan jemaah adalah hal utama. Keputusan tersebut juga sejalan dengan dasar pembatalan keberangkatan jemaah Indonesia yang diumumkan 2 Juni lalu, yaitu keselamatan jemaah haji,” tuturnya.

Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menjelaskan, keputusan terkait haji 1441H telah dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada 22 Juni 2020.

Keputusan yang ditunggu oleh umat Islam di berbagai negara itu didasarkan pada alasan keselamatan seiring masih terjadinya pandemi Covid-19. Pandemi itu dialami banyak negara, termasuk Saudi sendiri.

“Saya sudah menerima rilis resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Karena alasan menjaga keselamatan jemaah dari bahaya pandemi Covid-19, Saudi memutuskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441H digelar dengan jumlah yang sangat terbatas,” terang Endang Jumali.

Dalam rilis dijelaskan bahwa maksud dari sangat terbatas adalah hanya bagi warga negara Saudi dan warga asing dari negara mana saja yang ingin beribadah haji, namun sekarang sudah berada atau berdomisili di Saudi. Itupun dalam jumlah terbatas.

BACA JUGA:  Bangli Kembali Raih Penghargaan Kemenko Perekonomian

Ditambahkan, Kerajaan Arab Saudi menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi memastikan pelaksanaan ritual manasik secara aman dan sehat.

Pembatasan diberlakukan juga agar manasik dapat dilakukan dengan cara yang memenuhi persyaratan pencegahan dan social distancing yang diperlukan guna memastikan keselamatan dan perlindungan manusia dari ancaman pandemi.

“Hal ini sejalan dengan tujuan syariat Islam dalam melestarikan dan menjaga jiwa manusia. Keputusan ini berasal dari kepedulian Khadimul Haramain terhadap keamanan dan keselamatan para pengunjung kedua Masjid Suci,” tegasnya. (agw)